Yuliana Gunawan, Aktivis 98, Perempuan Pertama Nahkodai REI Lampung

SELAMAT BEKERJA – Ketua DPD REI Lampung 2024 – 2027 Yuliana Gunawan didampingi sekretaris Fauzan Hasan, bendahara Rudi Setiawan, dan total pengurus, saat dilantik Waketum DPP REI Djoko Santoso, Rabu (13/11/2024). | REI Lampung/Muzzamil

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

BANDARLAMPUNG – Dari namanya gampang ditebak ia lahir bulan apa. Yuliana Gunawan, aktivis 98 kini pengembang properti, bos PT Damai Lestari Jaya Bandarlampung ini terpilih sebagai Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Lampung 2024 – 2027 dalam Musda XI REI Lampung 2024 di Ballroom Swiss-belhotel Lampung, Jl HR Rasuna Said 18 Gulak Galik, Telukbetung Utara, Bandarlampung, Rabu (13/11/2024). Ia ketua perempuan pertama.

Penempuh S1 Manajemen Fakultas Ekonomi UBL pindah ke Universitas Atmajaya Jakarta lulus 2002, nomor anggota (NA) REI 12-00107 ini terpilih ungguli empat sejawat kandidat.

Yakni bos Putri Tunggal Perdana, Doni Barata (NA 12-00159); bos Agung Sukses Properti, Fauzan Hasan (NA 12-00263); bos Roiputra Jaya Propertindo, Roi Setiawan Putra (NA 12-00204); dan petahana, bos Adjie Bangun Properti, Urianto Muslimin (NA 12-00171).

Didahului Gala Dinner Selasa (12/11/2024), puncak Musda: pemilihan ketua hingga pelantikan Yuliana didampingi sekretaris Fauzan Hasan dan bos Asendabangun Bangun Persada pengembang Citraland Sumurputri, Rudi Setiawan jadi bendahara.

Seturut Urianto Muslimin, ketua terdahulu produk Pleno November 2023 penerus sebelumnya, ketua periode 2017 – 2020 dan 2020 – 2023 produk Musda X REI Lampung 2020 di Radisson 12 November 2020, bos Lampung Utama Construksindo kini Wakil Ketua Umum DPP REI 2023 – 2027 Bidang Vegetasi dan Lanskap, Djoko Handoko Halim Santoso tenar Djoko Santoso.

Yuliana, Fauzan, Rudi, juga bagian pengurus periode-periode sebelumnya. Di periode pertama Djoko Santoso misal, ketiganya wakil ketua. Yuliana wakil ketua bidang (wakabid) promosi, pameran dan pengembangan usaha; Fauzan wakabid organisasi dan keanggotaan, Rudi wakabid perumahan menengah besar.

Agenda utama Musda: suksesi, disekaliguskan dengan pelantikan kabinet Yuliana Gunawan oleh Waketum Djoko Santoso, mewakili Ketua Umum DPP REI Joko Suranto yang hadir beri arahan program REI dan pemerintah kedepan.

Selain, hadir Penjabat Gubernur Lampung pidatokan pentingnya dukungan sektor properti dalam pembangunan daerah.

Musda sukses dijadikan ajang pererat tali silaturahmi dan kolaborasi REI Lampung dengan kompatriot provinsi yang utusannya hadir. Seperti dari Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Serta, tetamu mitra perbankan, dan pengurus-anggota REI sini.

“Kehadiran perwakilan dari berbagai daerah menunjukkan betapa pentingnya REI sebagai wadah untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, perkuat jaringan bisnis antar pengembang properti di seluruh Indonesia,” siaran pers pertama kabinet Yuliana.

Yuliana Gunawan (duduk paling kiri) dan sang ayah Gunawan Hendra (duduk ketiga dari kanan) dalam momen Musda REI Lampung 2020. | REI Lampung/Muzzamil

 

Terpilih elegan melalui mekanisme pemilihan demokratis kaya spirit kebersamaan dan keharmonisan antar anggota, keterpilihan Yuliana disebut sesuai harapan. Prapemilihan.

Harapan unsur komite pengarah (Steering Committee/SC) misal. Optimistis, anggota SC Andi Kurniawan berharap dengan banyaknya pilihan calon yang ada, REI Lampung bakal mendapatkan pemimpin terbaik, dihasilkan dari proses pemilihan yang tertib demokratis.

Sebelumnya, akhir Oktober lalu Ketua OC cum wakabid hukum perundang-undangan DPD REI Lampung, Lukman Nur Hakim bilang, kelima calon lolos verifikasi dan memenuhi syarat administrasi, siap maju pemilihan.

Lukman Nur Hakim yang juga Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Lampung, dan Ketua Bidang Properti, Pengembangan Kawasan, dan Agraria DPP APINDO Lampung, menyebut 5 nama terjaring selain kompeten juga memiliki kapasitas dan kapabilitas sesuai Peraturan Organisasi (PO) REI Nomor 2/2024.

Pointers: berpengalaman di organisasi REI sebagai pengurus aktif, memiliki bisnis/proyek yang baik untuk jadi contoh dan panutan bagi anggota, memiliki hubungan bisnis dengan mitra usaha dan tak bermasalah dengan perbankan sesuai kolektivitas perbankan yang ada, serta dalam bisnis usaha atau pun pribadi tidak bermasalah dengan hukum baik pidana/perdata maupun administrasi negara.

Menggenapi, ketua terdahulu Urianto yang juga sekretaris REI Lampung era kedua Djoko Santoso berharap REI Lampung mendapat sosok pemimpin kedepan sesuai AD/ART, PO, aturan organisasi REI yang ada. Dan, “tentu sesuai harapan semua anggota.”

Sebelumnya pula, Ketua SC, Hairul Effendi, wakabid hubungan antar lembaga 2017-2020, bos Citra Manunggal Sejahtera menekankan, visi misi kandidat merupakan aspek penting yang jadi pertimbangan di proses pemilihan.

“Kami utamakan visi-misi calon ketua, agar pemimpin terpilih mampu memajukan REI Lampung dan memenuhi aspirasi anggota. Ketua, representasi dari seluruh anggota,” bandul Hairul, berharap ketua terpilih mampu bawa kemajuan signifikan organisasi dan bermanfaat nyata bagi industri properti sini.

Mengimbukan, anggota SC lain, pengembang properti asal Kota Metro, Yudi Ifwan, berharap pemimpin terpilih turut mendukung dan mau mendengar aspirasi anggota baru, “seperti saya. Harapannya ketua bisa berikan arahan serta edukasi yang kami butuhkan,” asa Yudi.

Sekompak, hadirin Musda XI REI mendukung kepemimpinan Yuli dan berharap dibawah kepemimpinan baru ini REI Lampung akan makin maju dan berdampak positif signifikan terhadap sektor properti Lampung.

“Semoga dengan kepemimpinan Ibu Yuliana, REI Lampung akan terus berkembang dan semakin berikan kontribusi positif terhadap sektor properti di Lampung. Kami akan bersama-sama mendukung visi dan program yang telah direncanakan,” ujar satu anggota.

Yuliana mengampu visi misi dan program kerja REI Lampung empat tahun kedepan didasari komitmennyi memajukan sektor properti di Lampung melalui kolaborasi pemerintah, pengembang, dan masyarakat, lebih erat.

“Salah satu fokus utama REI Lampung dalam periode kepemimpinan saya kedepan yakni meningkatkan akses masyarakat terhadap rumah layak huni, percepatan pembangunan infrastruktur, mendukung pengembangan properti ramah lingkungan,” besut Yuli.

“Visi kami mewujudkan Lampung sebagai provinsi dengan sektor properti yang berkembang pesat, berkelanjutan, dan inklusif. Kami akan terus memperkuat peran REI Lampung dalam mendukung kebijakan pembangunan perumahan,” taja Yuliana.

Secara portofolio, Musda XI REI Lampung turut dideklarasikan sebagai momen krusial bagi kemajuan organisasi. Musda ini menjadi kesempatan bagi DPD REI Lampung untuk memperkuat kepemimpinan dan membangun organisasi yang semakin inklusif dan adaptif terhadap perkembangan industri.

Unsur kepanitiaan turut menyebut lima calon ketua yang terverifikasi, dengan demikian Yuliana turut diproyeksi membawa potensi besar membangun REI Lampung lebih maju.

Turut menyejarah lantaran Yuliana Gunawan jadi ketua perempuan pertama REI Lampung, konteks ke-Lampung-an dan keindonesiaan, sebagai informasi di tubuh DPP REI tercatat dari 17 ketua umum sejak ketum pertama periode 1972-1974 mendiang Ciputra, hingga terakhir ketum saat ini Joko Suranto.

Usai Ciputra, pendiri asosiasi perusahaan atas dasar kesamaan usaha, kegiatan dan profesi di bidang pembangunan dan pengelolaan perumahan dan permukiman ini, di Jakarta 11 Februari 1972 silam, dilanjutkan ketum kedua medio 1974-1977 mendiang Eric FH Samola, ketum ketiga 1977-1983 Soekardjo Hadisoewirdjo.

Ketum keempat, 1983-1986 kelak Menteri Negara Perumahan Rakyat Kabinet Pembangunan V (1988-1993), Menteri Transmigrasi Kabinet Pembangunan VI (1993-1998), Fraksi Utusan Golongan MPR 1999-2004, cawapres 2004, dan anggota DPR/MPR 2009-2014 Siswono Yudohusodo.

Ketum kelima kurun 1986-1989 cum legenda bulutangkis mendiang Ferry Sonneville, ketum keenam 1989-1992 kelak 1,5 periode Ketum KADIN 2003-2013 (periode kedua meletakkan jabatan digantikan Adi Putra Darmawan Tahir 2010) fokus selaku Menteri Perindustrian KIB II 2009-2014, mertua eks penyanyi cilik asal Lampung Enno Lerian istri Nayaka Untara anak ke-5, Mohammad Suleman/MS Hidayat.

Lalu, ketum ketujuh 1992-1995 kelak anggota PAW Fraksi Partai Golkar DPR 2000-2004 lanjut 2004-2009 dan 2009-2013 loncat ke NasDem kelak Menteri Perdagangan resuffle Kabinet Kerja menjabat 27 Juli 2016 sampai 20 Oktober 2019, Enggartiasto Lukita.

Ketum kedelapan medio 1995-1998 Edwin Kawilarang; ketum kesembilan 1998-2001 saat bersamaan anggota Fraksi Partai Golkar DPR 1999-2004 didalamnya dia Wakil Ketua Komisi VIII DPR plus pimpinan Fraksi Partai Golkar MPR 2001-2004, pernah Dirut Lautan Berlian Realty 1988-2004, Ketua Komisi VII DPR 2004-2009, Ketum PSSI 2004-2007, putra Lampung satu-satunya kelahiran Kotabumi Lampung Utara 1954 yang sukses jadi orang nomor satu di REI, ayah pewara/news anchor MetroTV Andini Effendi, Agusman Effendi.

Lalu, ketum ke-10 periode 2001-2004 Yan Mogi, ketum ke-11 medio 2004-2007 Lukman Purnomosidi, ketum ke-12 kurun 2007-2010 Teguh Satria, ketum ke-13 periode 2010-2013 Setyo Maharso, ke-14 medio 2013-2016 kelak Sekretaris Umum DPN APINDO 2018-2023 kini Waketum APINDO 2023-2028 Eddy Hussy.

Ketum ke-15 periode 2016-2019 Soelaeman Soemawinata, ketum ke-16 medio 2019-2023 Paulus Totok Lusida, dan ketum ke-17 periode kini 2023-2027 Joko Suranto.

Dari itu, dari kepemimpinan ‘helo’ Lampung, era ketua umum era pecah reformasi hingga transisi demokrasi Agusman Effendi, pun kini ada Waketum Djoko Santoso di kabinet Joko Suranto di era baru sektor perumahan dan permukiman berdiri sendiri jadi kementerian terpisah pun diperkokoh koordinatoriat, di era Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran hingga 2029 mendatang, berikut senyawa Lampung.

Ambil ilustrasi, ceruk partisipasi ditengah gembar-gembor re-evaluasi dan tata ulang rencana kelanjutan proyek pengembangan kawasan ibu kota baru pusat pemerintahan Provinsi Lampung: Kota Baru Bandar Negara, di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. REI sigap hadir.

Usai woro-woro (Musda) giliran goro-goro (eksekusi program kerja newbie tersusun diluar program rutin seperti taja REI Expo dua kali setahun dan dompet kemanusiaan REI Lampung, ataupun program karitatif seperti canangan gerakan penanaman sejuta pohon), disamping diharapkan dapat mengakomodir aspirasi tersalur, pererat solidaritas intern dan sinergi jejaring, bersama wujudkan kemajuan sektor properti di Lampung; keterpilihan Yuliana adapula yang menyebut diyakini dapat membawa arah baru yang akan bawa organisasi menuju capaian lebih progresif.

Fatsun jamak, memperkuat kepemimpinan dan membangun organisasi yang semakin inklusif dan adaptif terhadap perkembangan industri khususnya properti, turut diayun publik non REI terhadap sosok Yuliana.

Dimana notabene, sejarah kiprah Yuliana turut ditempa bukan saja oleh irisan dari hilir mudik krisis periodik: krisis ekonomi 1997-1998, krisis global 2008 gegara picu mula kredit macet sektor properti di Amerika Serikat, dan krisis multisektor imbas ganas pagebluk COVID-19 kurun tiga gelombang pandemi 2020-2021.

Juga, tempaan Yuliana dalam menghela diri sebagai taken for granted: pewaris trah, dan saat bersamaan bersusah payah untuk bisa bertransformasi sekaligus sebagai perintis, dari leliku bisnis properti nan nyaris setengah abad lebih telah digeluti sebagai usaha bisnis keluarganyi. Nama belakang Yuliana, berian sekaligus nama depan sang ayah, mantan Ketua DPD REI Lampung, Gunawan Hendra.

Pecah reformasi, catatkan Yuliana Gunawan di antara barisan nama ‘kembang’ eksponen 98. Rajin ikut demonstrasi mahasiswa, Yuli antara lain dikenal sekaligus dikenang sebagai Ketua Komite Perempuan Anti Militerisme (KPAM) dideklarasikan pas Hari Kartini 21 April 1999.

Yuliana juga terlibat di kepanitiaan kongres pertama di Lampung medio Juli 2000 hingga terpilih jadi bagian pengurus Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Kerakyatan pimpinan ketum Ricky Tamba, aktivis 98 Lampung lainnya asal Jakarta kini bagian relawan Prabowo-Gibran dan tim asistensi Waketum Partai Gerindra cum Ketua Komisi III DPR dan Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR RI Habiburokhman.

Mengenang satu testimoninyi sekian tahun silam, Yuli kala itu mengaku tempaan bisnis jatuh bangun, digenapi tempaan kritis cara berpikir ala organisasi progresif diikutinyi notabene turut mengasah ketajaman pisau analisanyi kelak dalam ia lakukan forecasting atas detail proses dan progres lini bisnisnyi. Baik yang ia warisi dari sang ayah, pun yang ia rintisi dan kembangkan dengan susah payah.

Bicara aset, digabung maupun dipisah, yang dibangun sejak genre muda sang ayah pun sejak pertama Yuli terjun sendiri berbendera perusahaan mandiri era 2000-an silam, telah puluhan ribu unit rumah residensial multitipe, rumah toko (ruko), rumah kantor (rukan), club house, dan lainnya yang berdiri dan tersebar baik di Bandarlampung, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pesawaran dan lainnya, rerata laku keras, dan seiring ‘nyawa’ properti sebagai harta tidak bergerak sekaligus aset ekonomi, harga keekonomiannya pun terus naik pasti.

Serta, tak sedikit pula yang bertransformasi menjadi nama identitas satuan pemerintahan terkecil misal Perumahan Bukit Bilabong Jaya dulu Kelurahan Susunanbaru, Tanjungkarang Barat, kini jadi kelurahan sendiri, Kelurahan Bilabong Jaya, Kecamatan Langkapura, Bandarlampung, bahkan kantor Pemerintah Kecamatan meletak di perum/kelurahan ini.

Jika belum berubah, merujuk pada struktur gemuk pengurusan REI Lampung 2017-2020, Yuli akan diperkuat sedikitnya 17 wakabid.

Sebut bidang: organisasi dan keanggotaan; hubungan antar lembaga; hukum dan perundang-undangan; infrastruktur; kemasyarakatan dan sosial; pengembangan kawasan industri dan pergudangan; pengembangan kota baru, kawasan dan tata ruang; perbankan dan pembiayaan; perhotelan, resor, dan pariwisata; perizinan; perkantoran, pertokoan, pusat perbelanjaan; perpajakan; pertanahan; perumahan menengah besar; perumahan sejahtera tapak; promosi, pameran dan pengembangan usaha; serta, riset dan pengembangan.

Lantas selain sekretaris Fauzan, bendahara Rudi, masing-masing didampingi tiga wakil, juga diperkuat sekian pengurus bidang.

Bekal dua dekade pengalaman lapangan, tengara mengemuka soal Yuliana, kabinetnya kelak. Peluang hadirnya pemerintahan baru berikut ikutannya: harapan dan target baru, lahirnya kembali kementerian teknis, dengan misal seperti viral oleh Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait, program 3 juta rumah gratis bagi rakyat sampai 2029.

Atau di Lampung rencana melanjut Kota Baru. Dimana REI nyatakan siap membangun 3.500 rumah hunian ASN Pemprov Lampung di atas 70 hektare dari 1.300-an hektare lahan sana.

Ibarat tunas, Yuli dkk bukan lagi tunas yang baru tumbuh seketika, buah ranumnya siap dipanen. Tetapi Yuli dkk tetap masih akan dihadapkan pada kepastian nasibnya: bakal tumbuh kerdil, tumbuh liar, atau berkembang menjadi pohon rindang yang banyak memberi manfaat kepada kehidupan. Dengan segala universitasnya.

Penelusuran nama-periode pertama hingga keempat belum terlacak, Yuliana Gunawan ketua ke-11 REI Lampung. Ayahnyi, Gunawan Hendra ketua dua periode kelima keenam 2003 – 2011, lalu Tata Indra 2011 – 2014, bos Pola Sapta Berjaya pengembang Bumi Asri Sunaryo Mustopo 2014 – 2017, dua periode Djoko Handoko Halim Santoso 2017 – 2023, dan Urianto Muslimin 2023 – 2024.

Selain di rumah ia ibu dua anak, hari ini dan hari-hari esok empat tahun kedepan, paling tidak bagi sedikitnya 136 perusahaan properti tergabung anggota stelsel aktif, Yuli bakal kembali karib tersapa, Ibu Ketua. (Muzzamil)

Pos terkait