Warga Empat Kecamatan Siap Duduki Lahan SGC

  • Whatsapp

Tulangbawang, BP
Ratusan masyarakat yang berasal dari empat kecamatan, yang ada di Kabupaten Tulangbawang, Rabu (18/9/2019), berkumpul dan bermusyawarah bersama Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) terkait hak tanah atau umbul masyarakat yang saat ini dikuasai oleh PT. Sugar Group Companies (SGC),yang merupakan perusahaan gula terbesar di Provinsi Lampung. Kegiatan berlangsung di Jalan Bawang Latak, Kecamatan Menggala.

Adapun empat kecamatan tersebut adalah, Kecamatan Menggala, Kecamatan Gedung Aji, Kecamatan Gedung Meneng, dan Kecamatan Dente Teladas, yang mempunyai hak atas tanah umbul masyarakat tersebut.

Bacaan Lainnya

Selain hak tanah umbul masyarakat, masyarakat juga sangat resah dengan adanya debu pembakaran tebu yang sampai saat ini menjadi momok serta polusi di lingkungan masyarakat sekitar.

Perwakilan masyarakat Kecamatan Menggala, Yantori menjelaskan, kezoliman yang dilakukan PT SGC sudah lama terjadi. Misalnyab saja, penguasaan lahan. Lahan umbul miliknya, yang sejak pada tahun 1990 telah digusur.

“Ini sudah lama terjadi, tetapi pada hari ini kami sudah cukup resah dengan yang terjadi, kami sudah cukup sabar dan bosan menunggu itikad baik dari PT tersebut, jika sampai akhir bulan Oktober nanti tidak ada itikad baik, kami akan secara paksa dan siap mati menduduki lahan yang merupakan hak milik kami,” tegasnya.

Koordinator Lapangan (Korlap) Andhika didampingi rekan kordinator lainnya, Supri Bakau, ditemui di lokasi mengatakan, akan memperjuangkan hak-hak tanah umbul masyarakat yang ada di empat kecamatan tersebut.

“Disini kita sudah sejak lama memperjuangkan hak-hak ini, tetapi mereka, pihak PT. SGC hanya memberikan janji-janji manis yang sampai saat ini belum juga terealisasi. Dan hari ini kesabaran masyarakat sudah habis, jika sampai akhir Oktober tidak ada keputusan masyarakat siap pasang badan dengan terjun langsung ke lokasi tanah umbul masyarakat,” ungkapnya.

Adapun hasil keputusan pada musyawarah tersebut, DPP Arun akan semaksimal mungkin membantu memperjuangkan hak masyarakat di empat kecamatan tersebut. Dan jika sampai akhir bulan Oktober PT. SGC tidak ada itikad baik, maka masyarakat akan turun langsung ke lokasi tanah umbul dengan membawa peralatan traktor dan bibit padi serta jagung untuk menanam beramai-ramai.

Hadir juga dalam kesempatan itu, Sekretaris Jendral Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bungas Thomas Fernando Duling, didampingi Ketua DPP Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Yudi dan perwakilan tokoh masyarakat Tulangbawang Syarnubi, serta para perwakilan mahasiswa Jakarta. (can/ris)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *