Pesisir Barat, BP
PJs. Bupati Pesisir Barat, (Pesibar) yang diwakili Sekdakab membuka langsung rapat perjanjian kerjasama dengan pengelola Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), diruang Sekdakab Pesibar, Selasa (1/12/2020).
Hadir dalam acara tersebut, Asisten I, Kepala Inspektorat, Irbanwil III, Kabag Tapem, Kabid Kawasan Permukiman, Perwakilan DLH beserta Perwakilan dari Balai Besar TNBBS.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Pesisir Barat menjelaskan dengan wilayah yang luas di TNBBS yang masuk wilayah Pesisir Barat, perlu adanya koordinasi kerjasama untuk optimalisasi pengamanan jalan Wayharu, serta meminta percepatan pembangunan jalan rabat beton disamping Jalan Patroli, karena jalan disana tidak bisa dilewati ketika hujan atau pasang air laut tinggi.
“Karena ada lima muara sungai yang harus dilalui, sementara dua sungai sudah ada jembatan gantung tetapi tiga muara sungai lagi, kendaraan harus menunggu air laut surut agar bisa menyeberang dengan menyusuri pantai serta mempermudah aliran lalu lintas keluar masuk untuk melintasi TNBBS Kabupaten Pesibar demi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pintanya.
Sekda juga berharap, adanya peningkatan kualitas akses jalan sebagai salah satu akses masuk ke wilayah Wayharu upaya pelestarian Sumber Daya Alam merupakan pengelolaaan untuk mendapatkan keanekaragaman gen yang sebanyak-banyaknya.
“Adapun usaha tersebut antara lain Perlindungan kawasan tertentu yang meliputi Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Hutan lindung, Hutan Wisata, Taman nasional, Taman laut, dan Taman Wisata. Usaha pelestarian sumber daya Alam Hayati yang lain adalah dengan kebun tumbuhan (Botani) dan penyimpanan biji atau jaringan khusus tumbuhan dengan teknik tertentu,” jelasnya.
Selain pelestarian SDA hayati, lanjutnya, ada juga usaha perlindungan SDA lain seperti perlindungan alam dengan taman nasional yang merupakan pengelolaaan untuk mendapatkan keanekaragaman gen yang sebanyak-banyaknya.
“Maka dari itu, dalam pengelolaan perlu adanya sinergi dan kesepahaman dalam kebijakan sesuai dengan regulasi yang ada. Dengan adanya perjanjian kerjasama diharapkan adanya pemanfaatan maksimal kawasan, pariwisata yang ada di wilayah tersebut,” pungkas Sekda. (Eko)







