Vihara Amurwa Bhumi Graha Rayakan Imlek 2026 dengan Semangat Harmoni dan Berbagi

Vihara Amurwa Bhumi Graha Rayakan Imlek 2026 dengan Semangat Harmoni dan Berbagi

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Suasana khidmat menyelimuti Vihara Amurwa Bhumi Graha, Teluk Betung, Selasa (17/2/2026). Ratusan umat memadati vihara dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang mengangkat tema “Harmoni Imlek untuk Nusantara”, sebuah pesan kebersamaan yang digaungkan untuk seluruh elemen bangsa.

Sejak pagi, lantunan doa dan aroma dupa memenuhi ruang ibadah. Namun, perayaan tidak berhenti pada ritual spiritual. Pengurus vihara membagikan angpao dan paket sembako kepada masyarakat sekitar, termasuk petugas kebersihan dan warga lintas agama.

Rohaniwan vihara, Vriya Parama, menegaskan bahwa Imlek tahun ini dirancang sebagai momentum memperluas makna kebahagiaan.

“Imlek bukan hanya milik umat Buddha atau Konghucu. Kebahagiaan ini harus dirasakan bersama. Karena itu kami berbagi angpao dan sembako kepada masyarakat sekitar, sebagai wujud harmoni yang nyata,” kata Vriya Parama.

Ia menjelaskan, Tahun Baru Imlek 2026 menandai masuknya Tahun Kuda Api dalam penanggalan Tionghoa.

Simbol kuda, menurutnya, mencerminkan kebebasan dan kemandirian, sedangkan unsur api melambangkan energi dan semangat yang membara.

“Tahun Kuda Api adalah simbol kebangkitan. Ini momentum untuk bangkit, bekerja lebih giat, memperkuat kolaborasi, dan menjaga persatuan. Kami berharap harmoni di Nusantara semakin kokoh dan bangsa ini terus melangkah maju,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Imlek di vihara tersebut telah dimulai sejak awal Februari. Umat bergotong royong membersihkan lingkungan vihara, mengecat bangunan, hingga merapikan altar pratima Buddha, Bodhisattva, serta dewa-dewi sebagai bentuk penghormatan dan persiapan spiritual menyambut tahun baru.

Tak hanya di lingkungan vihara, kepedulian sosial juga diwujudkan dengan kunjungan ke Pasar Tradisional Gudang Lelang. Pengurus bersama umat turun langsung menyapa pedagang dan membagikan bantuan.

“Kami ingin nilai Imlek menyentuh semua kalangan. Tradisi sembahyang leluhur juga tetap kami jalankan sebagai cara menjaga akar budaya dan menyambungkan generasi terdahulu dengan generasi sekarang,” jelasnya.(Rls)

Pos terkait