Bongkarpost.co.id
Bandar Lampung,
Dinamika penanganan kasus penggerebekan ruang karaoke di salah satu hotel berbintang di Bandar Lampung oleh BNNP Lampung pada 28 Agustus 2025 terus menyisakan perhatian publik.
Meski operasi tersebut mengamankan 11 orang termasuk lima yang diketahui merupakan pengurus atau kader HIPMI Lampung suasana di masyarakat kini lebih banyak diwarnai evaluasi terhadap gerakan sosial yang sempat muncul setelahnya.
Aliansi Anti Narkoba (AAN) Lampung sebelumnya menggelar aksi besar di depan kantor BNNP sebagai bentuk protes terhadap keputusan rehabilitasi bagi lima kader HIPMI yang dinyatakan positif mengonsumsi pil ekstasi.
Namun setelah aksi itu, gerakan tersebut dinilai mereda dan tidak lagi terlihat keberlanjutannya.
Tokoh masyarakat Lampung, Gunawan Parikesit, memberikan pandangan reflektif mengenai situasi tersebut.
Ia menyampaikan harapan agar setiap gerakan sosial dijalankan dengan langkah yang konsisten dan tujuan yang jelas.
“Usai aksi terakhir, setahu saya tidak ada gerakan lanjutan. Itu yang membuat saya bertanya-tanya,” ujarnya.
“Dari awal katanya mau diteruskan sampai pusat, tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjutnya,” lanjutnya.
Gunawan menjelaskan bahwa semangat pada suatu aksi perlu dibarengi dengan komitmen untuk menjalankan proses hingga selesai.
Ia menyebut gerakan sosial kerap terlihat kuat di awal, namun kehilangan energi ketika memasuki fase tindak lanjut.
“Saya melihat semangat teman-teman luar biasa. Tapi setelah aksi, kok seolah berhenti? Padahal perjuangan itu butuh konsistensi,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat berkomunikasi dengan sejumlah peserta aksi, termasuk perwakilan mahasiswa yang turun ke jalan.
Gunawan mengaku mengapresiasi semangat mereka yang saat itu benar-benar ingin mendorong transparansi penanganan kasus.
“Saya simpatik dengan sikap mereka waktu itu, karena mereka berani menyuarakan pendapatnya. Saya sempat mendukung mereka juga,” tuturnya.
Meski demikian, ia kembali menekankan bahwa gerakan yang baik adalah gerakan yang berkelanjutan.
“Hasil bisa didapat nanti. Yang penting gerakannya ada, jangan berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
“Apa hasilnya, apa tujuannya, itu harus dibawa sampai tuntas,” lanjutnya.
Gunawan berharap dinamika ini dapat menjadi pengingat bersama bahwa upaya memberantas narkoba memerlukan kolaborasi dan komitmen dari semua pihak, tidak hanya aparat, tetapi juga masyarakat.
“Saya hanya ingin gerakan ini benar-benar berdampak. Kalau dilakukan sepenuh hati, pasti bisa memberi perubahan,” tutupnya. (Jimi)







