Terbongkar! Mengapa AS Memilih Menguasai Dunia

Tajuk

 

Bacaan Lainnya

Amerika Serikat sering digambarkan sebagai “polisi dunia” yang turun tangan demi menjaga perdamaian global. Namun artikel Boston Review yang mengulas buku Tomorrow, the World karya Stephen Wertheim justru membongkar narasi itu.

Menurut Wertheim, dominasi global AS bukanlah sesuatu yang lahir secara alami, melainkan hasil keputusan sadar para elit politik Amerika pada awal 1940-an. Dunia tidak “memaksa” Amerika memimpin—Amerika memilih untuk memimpin dengan kekuatan militer.

Titik baliknya terjadi saat Perang Dunia II, terutama setelah Prancis jatuh ke tangan Nazi. Ketakutan akan kekosongan kekuasaan global mendorong para pembuat kebijakan AS menyimpulkan bahwa jika Amerika tidak menguasai dunia, maka kekuatan lain akan melakukannya.

Dari sinilah gagasan supremasi global lahir. Istilah “isolasionisme” pun dipakai sebagai label negatif untuk membungkam pihak yang menolak ekspansi militer, seolah siapa pun yang menentang dominasi global berarti anti-dunia.

Artikel yang ditulis Sam Lebovic ini juga menyoroti bagaimana lembaga internasional seperti PBB digunakan untuk memberi legitimasi moral pada peran militer Amerika.

Di permukaan terlihat sebagai kerja sama global, tetapi di baliknya tersimpan kepentingan strategis AS. Pesan utamanya tegas: peran Amerika sebagai polisi dunia bukanlah hukum alam, melainkan pilihan politik—dan karena itu, sebenarnya masih bisa dipertanyakan, dikritik, bahkan diubah. (*)

Pos terkait