Sutono: Jadikan Kantor Partai sebagai Rumah Rakyat
Bongkar Post, Bandar Lampung
Calon Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Periode 2025-2030 yang saat ini menjabat Sekretaris DPD Ir. Hi. Sutono, MM menjadi sorotan berkat gaya kepemimpinannya yang kuat di akar rumput.
Ia dikenal tidak hanya sebagai mantan birokrat sejati, tetapi juga sosok pemimpin partai dalam mendengar dan menyerap langsung aspirasi kadernya.
Lahir dari keluarga sederhana, Sutono atau yang biasa dikenal pak de Sutono tumbuh dengan nilai perjuangan yang kuat. Sikap rendah hati dan ketegasan yang ia miliki membentuk karakter kepemimpinan yang inklusif dan pro rakyat.
“Jabatan adalah amanah, jabatan bukan untuk dinikmati sendiri, tapi mengabdi untuk kepentingan rakyat,” kata pak de Sutono saat ditemui di rumahnya, Jumat (5/12/2025).
Selain menjalankan tugas di kantor DPD PDI Perjuangan Lampung sebagai Sekretaris DPD, Sutono sering turun langsung menyapa rakyat. Ia menyambangi kampung, duduk bersama warga maupun kader untuk mencatat berbagai keluhan warga.
“Pak Sutono itu beda. Kalau dia datang kami tidak merasa sedang berbicara dengan elite partai. Dia mendengar seperti seorang sahabat bahkan mencatat hal kecil seperti lampu jalan yang mati,” ujar Sukardi, warga Lampung Timur.
Begitu pun jika kader partai banteng moncong putih berkunjung di rumah kediaman pak Sutono. Diiringi senyum ramah, ia menyambut para kader dengan penuh hangat dan kekeluargaan sekaligus menikmati makanan/minuman ringan yang telah disiapkan.
“Pak Sutono seperti orang tua kami. Tanpa sekat dan jarak, mendengarkan keluh kesah, sambil duduk bersama berdiskusi mencari titik solusi,” ujar Asyono banteng militan Jati Agung, Lampung Selatan.
Gaya kepemimpinannya yang tidak menonjolkan pencitraan, tapi lebih pada aksi nyata menjadikan Sutono mantan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov ) Lampung sebagai harapan ditengah dunia politik yang sering penuh intrik.
Dibalik tutur lembut dan senyum ramah, Sutono menunjukkan bahwa tulus dan konsisten adalah fondasi sejati bagi seorang pemimpin rakyat. Jadikan kantor partai sebagai rumah rakyat. (*)







