Surah at-Taghabun: Hari Nampaknya Kerugian dan Kesalahan Orang Kafir 

Artikel

 

Bacaan Lainnya

Surah at-Taghabun: Hari Nampaknya Kerugian dan Kesalahan Orang Kafir 

Oleh: Arsiya Heni Puspita

(Jurnalis dan Penulis)

 

Surah ini dinamakan at-Taghabun artinya Hari Dinampakkan Kesalahan-Kesalahan atau Hari Kerugian diambil dari ayat kesembilan surah ini. Nama surah ini sudah dikenal sejak masa Nabi Muhammad saw. Kata ini hanya disebut sekali dalam Al-Qur’an.

Surah ini merupakan surah ke-64 dalam al-Qur’an terdiri dari 18 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Madaniyyah, artinya diturunkan setelah Rosulullah hijrah ke Madinah.

Surah ini adalah surah yang ke-107 jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam al-Qur’an. Dia turun sesudah surah al-Jumu’ah dan sebelum surah ash-Shaff.

Tujuan utama surah ini adalah uraian tentang kaum beriman berinfak di jalan Allah swt serta menyingkirkan keresahan dan kesedihan yang menyentuh benak dan hati akibat aneka petaka menimpa. Mengukuhkan jiwa dengan iman, jihad, dan infak.

Tema lainnya, peringatan dan bukti yang pasti tentang keniscayaan pertemuan dengan Allah swt untuk mempertanggungjawabkan perbuatan selama di dunia. Demikian tafsir al-Misbah.

Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.

Terjemahan QS. at-Taghabun (Hari Dinampakkan Kesalahan-Kesalahan) 64: 9

“Hari Dia menghimpun kamu pada hari Pengumpulan. Itulah hari at-Taghabun dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, Dia akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar”.

Tafsir QS. at-Taghabun (Hari Dinampakkan Kesalahan-Kesalahan) 64: 9

Wahai manusia, kamu akan dibangkitkan dan dituntut untuk mempertanggungjawabkan amal-amal kamu pada hari di waktu itu Dia Allah swt menghimpun kamu pada hari Pengumpulan seluruh mahluk di padang masyhar.

Itulah hari at-Taghabun hari nampaknya kerugian dan dinampakkanya kesalahan orang-orang kafir dan kekurangan orang-orang beriman dan barang siapa yang beriman secara terus-menerus dan dari saat ke saat memperbaharui dan mengukuhkan imannya kepada Allah secara baik dan benar.

Barang siapa beramal saleh yang baik dan bermanfaat sesuai tuntunan llahi, maka Dia Allah swt akan menutupi dan menghapus kesalahan-kesalahannya yang merupakan kekurangannya dan memasukkannya berdasarkan anugerah dan rahmat-Nya ke surga-surga yang mengalir di bawahnya pepohonan dan istananya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar.

Kara at-Taghabun berasal dari kata ghubn yang berarti menjual seuatu dengan harga kurang dari harga sebenarnya. Artinya, hari yang nampak bagi semua pihak kekurangan-kekuranganya. Ada juga yang memahaminya dengan arti kerugian karena si penjual terpaksa menjual barang dagangannya dengan harga kurang dari semestinya.

Patron atau pola kata at-Taghabun menunjukkan adanya dua pihak atau lebih saling melakukan pekerjaan yang sama dan secara bersama-sama. Dari sini mayoritas ulama memahami ayat diatas sebagai ilustrasi seseorang yang melakukan jual beli.

Adajuga yang memahami at-Taghabun dengan menggambarkan banyak dan besarnya kerugian pada hari itu. Artinya, hari yang sungguh besar dan banyak kerugian yang terjadi pada hari itu.

Pakar Bahasa al-Qur’an, ar-Raghib al-Ashfahani, memahami kata ghubn dalam arti mengurangi hak pihak lain dalam interaksi dengannya dalam bentuk tersembunyi.

Yaa Robbana, tulus ikhlaskan kami dalam melakukan segala kebaikan berdasarkan risalah-Mu. Kabulkanlah permohonan kami.

Maha benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.

Pos terkait