Surah an-Nashr: Nabi Muhammad SAW: Kemenangan, Selesai Tugas dan Dekatnya Ajal
Oleh: Arsiya Heni Puspita
(Jurnalis dan Penulis)
Surah ini dinamakan an-Nashr artinya Pertolongan. Kata tersebut diambil dari ayat pertama surah ini. Nama lainnya, surah Idza Ja’a Nashrullah Wal Fath. Sahabat Rosulullah, lbn Mas’ud menamainya surah at-Taudi’ yaitu perpisahan karena terdapat ayat-ayat yang mengandung kesan dekatnya ajal Rasulullah.
Surah ini merupakan surah ke-110 dalam al-Qur’an terdiri dari 3 ayat, termasuk golongan surah Madaniyyah, artinya diturunkan setelah Rosulullah hijrah ke Madinah. Merupakan surah terakhir yang disampaikan pada Nabi Muhammad saw. Walaupun masih ada ayat yang turun sesudahnya merupakan bagian surah-surah sebelumnya.
Tema utama adalah uraian berita gembira tentang kemenangan yang akan diraih Rasulullah dan berbondongnya masyarakat Mekah memeluk agama Islam. Ini mengisyaratkan selesainya tugas Rasulullah dan surah ini menginformasikan dekatnya ajal Rasulullah.
Ibn ‘Abbas menyatakan bahwa Allah swt melalui surah ini berfirman, “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, itu adalah tanda dekatnya ajalmu, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan beristighfarlah”. (HR. Bukhari).
Tujuan utamanya, pemberitahuan tentang sempurnanya tuntunan agama, wafatnya Rasulullah, keberadaan Rasulullah hamba-Nya yang termulia untuk meninggikan kalimat Allah swt dan membinasakan kalimat setan.
Dari Aisyah ra berkata, “Pada akhir usia Nabi Muhammad saw, ia sering membaca Subhanallah wa buhamdihi astaghfirullah wa atubu Ilahi. Ia bersabda, “Tuhanku menyampaikan kepadaku bahwa aku akan melihat tanda pada umatku dan Dia memerintahkan kepadaku bila melihat agar aku bertasbih dan beristighfar sesungguhnya Dia adalah Tawwab. Kini aku telah melihatnya”. Lalu membaca surah ini”. (HR. Imam Ahmad dan Muslim)
Pendapat-pendapat ulama tentang masa turunnya surah ini. Pertama, ia turun sekembalinya Rasulullah dari perang Khaibar pada tahun ke-8 H. Kedua, ia turun setelah pembukaan kota Mekkah. Lalu, ketiga, Ibn ‘Umar ra menyatakan bahwa Rasulullah wafat tiga tahun setelah turunnya surah ini. Demikian tafsir al-Misbah.
Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.
Terjemahan QS. an-Nashr (Pertolongan) 110: 1 – 3
“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan (1). Dan engkau melihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong (2). Maka bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu dan beristighfarlah kepada-Nya. Sesungguhnya, Dia adalah Maha Penerima tobat (3)”.
Tafsir QS. an-Nashr (Pertolongan) 110: 1 – 3
Tafsir ayat 1 – 2, apabila telah datang dan ini pasti akan datang pada waktunya yaitu pertolongan Allah swt dan kemenangan memasuki kota Mekah. Dan engkau Nabi Muhammad saw telah melihat dengan mata kepalamu, manusia yakni penduduk Mekah dan sekitarnya masuk dari saat ke saat untuk memeluk agama Allah swt dengan berbondong-bondong, suku demi suku serta kelompok demi kelompok.
Tafsir ayat 3, maka bertasbihlah mensucikan dengan hati, ucapan, dan perbuatan sambil memuji Tuhanmu pemelihara dan pembimbingmu yang telah mensukseskan tugasmu dan beristighfarlah memohon ampun kepada-Nya. Sesungguhnya, Dia sejak dahulu dan senantiasa adalah Maha Penerima tobat.
Kata nashr artinya kemenangan atau pertolongan dalam mangatasi lawan. Penisbahan kata tersebut kepada Allah swt yaitu kata nashr Allah bahwa sumbernya dari Allah swt serta pertolongan tersebut sangat besar dan menonjol, bermacam-macam serta bertingkat-tingkat.
Kata al-fath dari kata fataha bermakna antonim tertutup karena kata ini bisa diartikan membuka. Kemudian berkembang menjadi kemenangan karena dalam kemenangan tersirat sesuatu yang diperjuangkan menghadapi sesuatu yang dihalangi dan ditutup.
Kata ini juga bermakna menetapkan hukum karena dengan ketetapan hukum terbuka jalan penyelesaian. Air yang keluar dari bumi atau mata air dinamai fath karena adanya sesuatu yang terbuka pada tanah sehingga ia dapat memancar.
Irfan (pengetahuan) juga dinamai demikian karena ia membuka tabir kegelapan. Kata al-fath pada surah ini artinya kemenangan menguasai kota Mekah. Penyebab pembukaan kota itu adalah pelanggaran kaum musyrikin Mekah atas salah satu butir Perjanjian Hudaibiyah.
Mereka melakukan penyerangan terhadap suku Khuza’ah yang masuk dalam perlindungan Rasulullah dan membantu Banu Ka’b yang masuk dalam perlindungan kaum musyrikin Mekah. Maka Rasulullah menghimpun pasukan kaum muslimin terdiri dari sepuluh ribu orang menuju ke Mekah untuk membebaskan dari kemusyrikan.
Peristiwa ini terjadi pada bulan Ramadan tahun ke-8 Hijriyah (Desember 630 M). Rasulullah berhasil memasuki kota Mekah tanpa pertumpahan darah. Pembebasan kota Mekah ini mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan beragama dan politik.
Rasulullah berhasil menghancurkan berhala-berhala yang terdapat di sekitar Ka’bah dan menghilangkan gambar-gambar dan patung-patung yang ada di dalamnya. Masuknya kota Mekah ke dalam wilayah kekuasaan Islam memperbesar wibawa Rasulullah di kalangan suku-suku yang selama ini masih mempertahankan kepercayaan dan adat istiadat kemusyrikan.
Keberhasilan tersebut mengundang masyarakat umum untuk meyakini bahwa Nabi Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul Allah swt karena Allah swt pernah membela Ka’bah dan mengalahkan pasukan bergajah.
Kini Nabi Muhammad saw berhasil menguasainya, itu pertanda bahwa Rasulullah adalah utusan-Nya. Inilah yang mengantarkan mereka berbondong-bondong memeluk agama Islam.
Ya Allah, beri ampunlah kami dan kedua ibu bapa kami dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). Kabulkanlah permohonan kami.
Maha Benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.







