Surah al-Ma’un: Celaka bagi yang Mendustakan Agama, Mengingkari Hari Kiamat, Riya dan Enggan Memberi Bantuan

 

 

Bacaan Lainnya

Surah al-Ma’un: Celaka bagi yang Mendustakan Agama, Mengingkari Hari Kiamat, Riya dan Enggan Memberi Bantuan

Oleh: Arsiya Heni Puspita

(Jurnalis dan Penulis)

 

Surah ini dinamakan al-Ma’un artinya Barang-barang yang berguna. Kata tersebut diambil dari ayat ketujuh surah ini. Nama lainnya, surah ad-Din, at-Takdzib, al-Yatim, Ara’aita, dan Ara’aita alladzi.

Surah ini merupakan surah ke-107 dalam al-Qur’an terdiri dari 7 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rasulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rasulullah belum hijrah ke Madinah.

Surah ini adalah surah yang ke-17 jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam al-Qur’an. Dia turun sesudah surah at-Takatsur dan sebelum surah al-Kafirun.

Tema utama adalah uraian tentang kecaman kepada mereka yang mengingkari keniscayaan hari Kiamat dan tidak memperhatikan substansi shalatnya. Tujuan utamanya, peringatan bahwa pengingkaran pada hari Kebangkitan merupakan sumber dari segala kejahatan karena dia mendorong yang bersangkutan untuk melakukan akhlak yang buruk dan melecehkan Kebajikan. Demikian tafsir al-Misbah.

Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.

Terjemahan QS. al-Ma’un (Barang-barang yang berguna) 107: 7, “Dan menghalangi menolong dengan barang berguna”.

Tafsir QS. al-Ma’un (Barang-barang yang berguna) 107: 7, Dan menghalangi dirinya dan orang lain untuk menolong dengan barang berguna. Kata al-ma’un dari kata ma’unah artinya bantuan atau membantu dengan bantuan yang jelas. Juga dari kata al-ma’n artinya sedikit.

Adapun maksud kata al-ma’un/bantuan yang sedikit adalah zakat, harta benda, alat rumah tangga, air, serta keperluan sehari-hari seperti periuk, piring, pacul dan lain-lain. Ayat ini menggambarkan betapa kikir pelaku yang ditunjuk, jangankan bantuan yang besar hal-hal yang kecilpun enggan.

Surah al-Ma’un berbicara tentang suatu hakikat yang sangat penting, terlihat secara sangat tegas dan jelas bahwa ajaran lslam tidak memisahkan antara ibadah ritual dan ibadah sosial atau membiarkan jaln sendiri-sendiri. Ajaran lslam menekankan ibadah dalam pengertiannya yang sempit mengandung dalam jiwa dan esensinya dimensi sosial.

Kesimpulan, kewajiban dan tuntunan agama yang ditetapkan Allah swt semua bertujuan untuk kemaslahatan seluruh mahluk terutama manusia. Allah swt menghendaki keharmonisan hubungan antar seluruh mahluk untuk kebahagian mereka di dunia dan akhirat.

Awal surah ini menjelaskan kecelakaan orang-orang yang mendustakan agama dan mengingkari hari kemudian. Akhir ayat, menguraikan tandanya yaitu pamrih dalam sholat dan enggan memberi bantuan.

Ya Robbanaa, berikanlah kepada kami hikmah dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh. Jadikanlah kami buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan. Kabulkanlah permohonan kami.

Maha Benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.

Pos terkait