Surah al-lnfithar: Apabila Langit Terbelah dan Bintang Jatuh Berserakan

Artikel

 

Bacaan Lainnya

Surah al-lnfithar: Apabila Langit Terbelah dan Bintang Jatuh Berserakan

Oleh: Arsiya Heni Puspita

(Jurnalis dan Penulis)

 

Surah ini dinamakan al-lnfithar artinya Terbelah. Kata tersebut diambil dari ayat pertama surah ini. lmam Bukhari menamainya surah ldza as-Sama’ lnfatharat. Nama lainnya, surah lnfatharat dan surah al-Munfathirah, semua dari ayat pertama.

Surah ini merupakan surah ke-82 dalam al-Qur’an terdiri dari 19 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rosulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rosulullah belum hijrah ke Madinah.

Surah ini adalah surah yang ke-82 jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam al-Qur’an. Ia turun sesudah surah an-Nazi’at dan sebelum surah al-lnsyiqaq.

Tujuan utama surah ini adalah tentang peringatan agar manusia tidak larut dalam kegiatan yang buruk karena pada hari Kiamat manusia dituntut mempertanggungjawabkan semua amalannya dan tidak seorangpun dapat membantu orang lain. Demikian tafsir al-Misbah.

Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.

Terjemahan QS. al-lnfithar (Terbelah) 82: 1 – 5

“Apabila langit terbelah (1). Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan (2). Dan apabila lautan-lautan dipancarkan (3). Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar (4). Tiap-tiap jiwa mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya”. (5)

Tafsir QS. QS. al-lnfithar (Terbelah) 82: 1 – 5

Apabila langit yang paling kokoh, serasi, dan berjalan harmonis, ditiadakan oleh keserasiannya sehingga terbelah. Dan apabila bintang-bintang yaitu gaya gravitasi yang mengatur jalannya bintang-bintang ditiadakan oleh Allah swt sehingga ia jatuh berserakan bagaikan mutiara-mutiara yang terputus rantainya.

Dan apabila lautan-lautan dipancarkan yaitu dibuka dan dihilangkan batas-batasnya sehingga air meluap dari sekian tempat maka menyatulah air laut dan tawar. Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar sehingga menyatulah jiwa dan badannya.

Ketika itu tiap-tiap jiwa yaitu semua orang mengetahui apa yang telah dikerjakan dari kebaikan atau keburukan dan yang dilalaikannya dari kegiatan-kegiatan dalam kehidupan dunia.

Yaa Allah, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Yaa Rabbana, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. Kabulkanlah permohonan kami.

Maha Benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.

Pos terkait