Surah al-Kautsar: Surah Terpendek, Tantangan Minimal al-Qur’an Terhadap Siapapun Meragukan Kebenarannya
Oleh: Arsiya Heni Puspita
(Jurnalis dan Penulis)
Surah ini dinamakan al-Kautsar artinyaSungai di Surga. Kata tersebut diambil dari ayat pertama surah ini. Nama lainnya, surah an-Nahr.
Surah ini merupakan surah ke-108 dalam al-Qur’an terdiri dari 3 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rasulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rasulullah belum hijrah ke Madinah.
Surah ini adalah surah yang ke-14 jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam al-Qur’an. Dia turun sesudah surah al-‘Adiyat dan sebelum surah at-Takatsur.
Tema utama adalah uraian tentang anugerah Allah swt kepada Nabi Muhammad saw yang disyukuri, serta kecelakaan yang menimpa lawan-lawan Rasulullah. Tema lainnya, penyembelihan unta yang merupakan puncak kemurahan dan anugerah dikalangan masyarakat Arab kala itu. Demikian tafsir al-Misbah.
Surah ini terdiri dari 3 ayat dan merupakan surah terpendek dalam al-Qur’an. Surah al-‘Ashr juga terdiri dari 3 ayat namun namun kosa kata yang digunakannya kebih banyak. Surah ini merupakan tantangan minimal al-Qur’an terhadap siapapun yang meragukan kebenarannya untuk menyusun semacam surah ini.
Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.
Terjemahan QS. al-Kautsar (Sungai di Surga) 108: 1, “Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan al-Kautsar.”
Tafsir QS. al-Kautsar (Sungai di Surga) 108: 1, Kami secara lansung dan melalui siapa yang Kami tugasi telah dan pasti akan menganugerahkan wahai Nabi Muhammad saw baik kedudukannya sebagai Nabi maupun pribadi al-Kautsar yaitu kebijaksanaan yang banyak.
Surah ini memuji Nabi Muhammad saw dengan pencapaian puncak akhlak yang mulia dan pemberian aneka anugerah.
Kata a’thainaka dari kata a’tha artinya memberi yang biasa digunakan untuk pemberian yang menjadi milik pribadi seseorang. Ia juga digunakan untuk pemberian yang sedikit QS. an-Najm (53): 34.
Penggunaan kata ini yang bergandengan dengan kata al-kautsar yang berarti banyak, menegaskan bahwa anugerah Allah swt kepada Rasulullah walaupun banyak namun ia masih dinilai sedikit jika dibandingkan dengan apa yang akan ia terima di masa datang. Huruf kaf/mu pada ayat ini ditunjukkan kepada Nabi Muhammad saw secara pribadi.
Kata al-kautsar dari kata katsir artinya banyak. Kata ini digunakan untuk menunjuk sesuatu yang banyak bilangannya atau tinggi mutunya. Seorang manusia tokoh dan banyak berjasa dinamai Kautsar.
Pendapat populer arti al-kautsar adalah sungai di surga berdasarkan hadits Imam Ahmad dan imam Muslim dari sahabat Nabi Muhammad saw, Anas Ibn Malik. Pendapat kedua, keturunan Nabi Muhammad saw yaitu anak cucu Sayyidah Fatimah putri Rasulullah.
Ya Allah, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran al-Quran dan kenabian Muhammad). Kabulkanlah permohonan kami.
Maha Benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.







