Surah al-Insyiqaq: Apabila Langit Terbelah, Bumi Diratakan, dan Alam Raya Hancur

Artikel

 

Bacaan Lainnya

Surah al-Insyiqaq: Apabila Langit Terbelah, Bumi Diratakan, dan Alam Raya Hancur

Oleh: Arsiya Heni Puspita
(Jurnalis dan Penulis)

Surah ini dinamakan al-Insyiqaq artinya Terbelah. Kata tersebut diambil dari ayat pertama surah ini. Nama yang dikenal masa Nabi Muhammad saw adalah surah Idza insyiqaq as-Sama’ disingkat menjadi al-Insyiqaq. Inilah satu-satunya nama yang dikenal.

Surah ini merupakan surah ke-84 dalam al-Qur’an terdiri dari 25 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rosulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rosulullah belum hijrah ke Madinah.

Surah ini adalah surah yang ke-83 jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam al-Qur’an. Ia turun sesudah surah al-Infithar dan sebelum surah ar-Rum.

Tujuan utama surah ini adalah tentang hamba Allah swt yang mendekatkan diri kepada-Nya akan memperoleh kenikmatan, sedangkan musuh-musuh-Nya akan tersiksa. Demikian tafsir al-Misbah.

Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.

Terjemahan QS. al-Insyiqaq (Terbelah) 84: 1 – 5

“Apabila langit terbelah (1). Dan sangat patuh kepada Tuhannya dan sudah semestinya (2). Apabila bumi dibentangkan (3). Dan mencampakkan apa yang ada di dalamnya dan bersungguh menjadikan kosong (4). Dan sangat patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya”. (5)

Tafsir QS. al-Insyiqaq (Terbelah) 84: 1 – 5

Pada ayat ini Allah swt bersumpah dengan kehancuran alam raya untuk menegaskan bahwa manusia suka atau tidak suka pasti akan kembali menemui Allah swt untuk mengetahui dan memperoleh balasan bagi amal perbuatannya ketika hidup di dunia.

Apabila langit yang terlihat kokoh terbelah karena rapuhnya dan sangat patuh kepada Tuhannya sehingga menerima keputusan Allah swt membelah dan memporakporandakannya dan memang sudah semestinya langit itu patuh.

Benar-benar telah menjadi nyata bagi semua pihak ketika itu keterbelahan dan kehancurannya serta kepatuhannya kepada Allah swt, yang selama ini diduga oleh sementara orang berdiri sendiri. Dan apabila bumi dibentangkan yaitu diratakan gunung-gunung dan tebing-tebingnya sehingga sangat luas.

Dan bumi itupun mencampakkan serta memuntahkan apa yang ada di dalam perutnya dan bersungguh menjadikan dirinya kosong dari segala yang selama ini terpendam di perut bumi. Itu semua karena ia sangat patuh kepada Tuhannya, dan memang sudah semestinya bumi itu patuh.

Yaa Allah, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim. Kabulkanlah permohonan kami.

Maha Benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.

Pos terkait