Surah al-Insan: Seharusnya Manusia Memperhatikan Awal dan Tujuan Penciptaannya Serta Kewajiban Mengabdi Kepada Allah SWT

Artikel

 

Bacaan Lainnya

Surah al-Insan: Seharusnya Manusia Memperhatikan Awal dan Tujuan Penciptaannya Serta Kewajiban Mengabdi Kepada Allah SWT

Oleh: Arsiya Heni Puspita

(Jurnalis dan Penulis)

 

Surah ini dinamakan al-Insan artinya Manusia. Kata tersebut diambil dari ayat pertama surah ini. Pada masa Rasulullah lebih dikenal dengan nama surah Hal Ata ala al-Insan merupakan rangkaian kata paruh pertama ayat kesatu. Nama lainnya, surah ad-Dahr. Juga surah al-Amsyaj karena kata ini hanya ditemukan sekali pada surah ini saja.

Surah ini merupakan surah ke-76 dalam al-Qur’an terdiri dari 31 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rosulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rosulullah belum hijrah ke Madinah.

Surah ini adalah surah yang ke-31 jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam al-Qur’an. Dia turun sesudah surah al-Qiyamah.

Awal surah ini mengingatkan manusia tentang kehadirannya di muka bumi dan menjelaskan tujuan penciptaanya.

Tujuan dan tema utama surah ini adalah peringatan kepada manusia tentang dirinya yang pernah tidak wujud serta kewajiban mengabdi kepada Allah swt juga balasan bagi yang durhaka dan ganjaran bagi yang taat.

Lainnya, surah ini merupakan ajakan yang sangat lembut menuju ketaatan kepada Allah swt, berlindung kepada-Nya, memohon ridho-Nya, mengingat nikmat-Nya, menghindari siksa-Nya serta waspada terhadap cobaan-Nya. Kemudian, agar manusia memperhatikan awal dan tujuan penciptaannya. Demikian tafsir al-Misbah.

Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.

Terjemahan QS. al-Insan (Manusia) 76: 1 – 2

“Bukankah telah datang atas manusia suatu waktu dari masa, sedang ia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut (1). Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, Kami hendak mengujinya, maka Kami menjadikannya amat mendengar dan amat melihat”. (2)

Tafsir QS. al-Insan (Manusia) 76: 1 – 2

Ayat 1, Allah berfirman, “Bukankah yakni sungguh telah datang atas manusia suatu waktu dari masa yaitu sebelum ia diciptakan sedang ia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut. Ketika itu ia dalam ketiadaan, lalu Kami menciptakannya.

Kata al-lnsan adalah Nabi Adam as dan semua manusia. Zaman ini diciptakan untuk manusia, dengan demikian manusia adalah mahluk paling mulia dan ini membuktikan keniscayaan Kebangkitan agar manusia memperoleh balasan dan ganjaran.

Lalu, ayat 2, ayat ini menjelaskan proses awal penciptaan serta tujuannya. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia anak cucu Nabi Adam as dan Hawwa kecuali Nabi lsa as dari setetes mani yang bercampur yakni dari sperma laki-laki dan indung telur wanita.

Tujuannya Kami menciptakan adalah hendak mengujinya dengan berbagai perintah dan larangan, maka karena itu Kami menjadikannya mampu amat mendengar dengan telinganya dan amat melihat dengan mata kepala dan hatinya agar ia mendengar tuntunan Kami serta melihat dan memikirkan ayat-ayat Kami.

Kata amsyaj bentuk jamak dari kata misyj yang terambil dari kata masyaja artinya bercampur. Nuthfah/sperma yang amsyaj adalah yang telah bercampur dengan indung telur wanita. Keduanya memiliki peranan yang sama dalam pembentukan benih yang masuk kedalam rahim wanita.

Manusia memiliki keistimewaan dengan potensi telinga dan mata melebihi mahluk lain serta lebih banyak yang diperoleh saat penggunaanya jika dibandingkan dengan binatang. Hal ini menyadarkan manusia untuk menerima tuntunan Allah swt.

Yaa Robbana, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Kabulkanlah permohonan kami.

Maha Benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.

Pos terkait