Surah Adz-Dzariyat: Angin yang Menerbangkan Memisahkan Kegembiraan dan Kesedihan

Artikel

 

Bacaan Lainnya

Surah Adz-Dzariyat: Angin yang Menerbangkan Memisahkan Kegembiraan dan Kesedihan

Oleh: Arsiya Heni Puspita

(Jurnalis dan Penulis)

 

Surah ini dinamakan Adz-Dzariyat artinya Angin yang Menerbangkan diambil dari permulaan ayat pada surah ini. Kata Adz-Dzariyat tidak ditemukan pada pada surah-surah yang lain.

Surah ini merupakan surah kelima puluh satu dalam Al Qur’an terdiri dari 60 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rosulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rosulullah belum hijrah ke Madinah.

Surah ini adalah surah yang keenam puluh enam jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam Al-Qur’an. Dia turun sesudah surah Al-Ahqaf dan sebelum surah Al-Ghasyiyah.

Tema utama surah ini keesaan Allah swt atau Tauhid Rububiyyah dan hari Kebangkitan. Tujuan lainnya, membebaskan manusia dari belenggu debu tanah dan mengarahkannya ke langit menuju Allah swt, berkali-kali surah ini menyebut langit dengan menjelaskan keluasannya dan kekuasaan-Nya.

Kemudian, membuktikan kebenaran janji Allah swt tentang pembalasan dan ancaman bagi yang ingkar seperti angin yang bisa membawa petaka. Angin berhembus dan memisahkan sesuatu yang bisa menghasilkan kegembiraan dan kesedihan. Demikian tafsir Al-Misbah.

Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir Al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.

Terjemahan QS. Adz-Dzariyat (Angin yang Menerbangkan) 51: 1 – 6

“Demi (angin) yang menerbangkan sekuat-kuatnya (1), lalu (demi) yang mengandung muatan sesuatu yang berat (2), lalu (demi) yang membawa secara cepat dan mudah(3), lalu (demi) pembagi-bagi sesuatu (4). Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kamu pasti benar (5), dan sesungguhnya pembalasan pasti akan terjadi.” (6).

Tafsir QS. Adz-Dzariyat (Angin yang Menerbangkan) 51: 1 – 6

Demi angin yang menerbangkan awan dengan sekuat-kuatnya, lalu mengandung sesuatu gumpalan air yang berat, kemudian membawa secara cepat dan mudah gumpalan air yang siap tercurah ke bawah.

Lalu, demi angin pembagi sesuatu dari kandungan awan yang didorong baik berupa nikmat atau bencana, hujan atau lainnya. Sungguh kebangkitan manusia setelah kematiannya pasti benar. Sungguh pembalasan di hari Kemudian pasti akan terjadi.

Angin, awan, bahtera, dan malaikat merupakan mahluk ciptaan Allah swt yang Dia jadikan alat agar kehendak-Nya terlaksana. Keempat hal ini terkait erat dengan perolehan rezeki. Angin, awan, bahtera, merupakan faktor dan alat transportasi yang membawa rezeki, sedangkan malaikat bertugas melaksanakan perintah Allah swt dengan membagikan rezeki.

Yaa Allah, maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir. Kabulkanlah permohonan kami. Maha benar Allah dalam segala Firman-Nya dan Maha Benar Nabi Muhammad Saw. Wallahu a’lam bishowab.

Pos terkait