Spanyol Juara Dunia 2026! Ferran Torres Pecah Kebuntuan di Extra Time, Tundukkan Argentina 1-0

Spanyol Juara Dunia 2026! Ferran Torres Pecah Kebuntuan di Extra Time, Tundukkan Argentina 1-0

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, East Rutherford – Spanyol kembali menorehkan sejarah di panggung sepak bola dunia. La Roja memastikan diri menjadi juara Piala Dunia FIFA 2026 setelah menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak perpanjangan waktu (120 menit) pada laga final di Stadion New York–New Jersey, Minggu (19/7) waktu setempat.

Kemenangan Spanyol ditentukan oleh gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106, mengakhiri duel sengit yang sepanjang waktu normal berlangsung tanpa gol.

Sejak awal pertandingan, Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan. Tim besutan Luis de la Fuente menguasai ritme permainan lewat sirkulasi bola yang rapi, sementara Argentina memilih bermain lebih menunggu dengan mengandalkan organisasi pertahanan dan serangan balik cepat.

Dominasi La Roja terlihat jelas dalam statistik pertandingan. Spanyol mencatat 67 persen penguasaan bola, melepaskan 20 tembakan, dan membukukan expected goals (xG) sebesar 1,94. Sebaliknya, Argentina hanya mampu menghasilkan dua tembakan dengan xG 0,20. Meski demikian, skor tetap 0-0 hingga 90 menit berakhir berkat penampilan luar biasa penjaga gawang Emiliano Martínez yang berulang kali menggagalkan peluang Spanyol.

Momentum pertandingan berubah menjelang berakhirnya waktu normal. Gelandang Argentina Enzo Fernández harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua pada masa injury time. Bermain dengan 10 orang membuat Albiceleste berada di bawah tekanan sepanjang babak tambahan waktu.

Keunggulan jumlah pemain akhirnya mampu dimanfaatkan Spanyol. Pada menit ke-106, serangan dibangun dari sisi kiri melalui Nico Williams yang mengirimkan bola ke depan gawang. Bola jatuh di jalur lari Ferran Torres, yang langsung menyambarnya dengan tendangan keras melewati Emiliano Martínez. Gol tersebut memecah kebuntuan sekaligus menjadi penentu kemenangan Spanyol.

Argentina mencoba bangkit meski bermain dengan 10 pemain. Semangat juang pasukan Lionel Scaloni tetap terlihat hingga menit-menit akhir, tetapi rapatnya organisasi pertahanan Spanyol membuat setiap upaya penyama kedudukan berhasil dipatahkan.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memuji mentalitas para pemainnya usai pertandingan.

“Emiliano Martínez membuat kami bekerja lebih keras, tetapi tim ini tidak pernah berhenti percaya. Mereka bermain sebagai sebuah keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Ferran Torres mengaku momen tersebut menjadi puncak perjalanan kariernya.

“Ini adalah mimpi setiap pesepak bola. Masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol yang membawa Spanyol menjadi juara dunia adalah sesuatu yang tak akan pernah saya lupakan,” kata Torres.

Gelar ini menjadi bukti keberhasilan regenerasi sepak bola Spanyol. Perpaduan pemain muda, termasuk wonderkid Lamine Yamal, dengan para pemain berpengalaman menghadirkan keseimbangan yang mengantar La Roja tampil konsisten sepanjang turnamen.

Perjalanan Spanyol menuju tangga juara juga terbilang impresif. Mereka menyingkirkan Portugal di babak 16 besar, Belgia di perempat final, Prancis di semifinal, sebelum akhirnya mengalahkan Argentina pada partai puncak.

Final Piala Dunia 2026 mungkin tidak menghadirkan pesta gol, tetapi menyajikan pertarungan taktik, disiplin, dan mental juara. Setelah 120 menit yang menguras tenaga, satu gol Ferran Torres sudah cukup mengantarkan Spanyol kembali berdiri di puncak sepak bola dunia.

(Rusmin)

Pos terkait