Gerhana Matahari Total Melintasi Spanyol dan Wilayah Eropa Lainnya
Bongkar Post | MADRID. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, gerhana matahari total melintasi sejumlah negara di Eropa—menjadi peristiwa astronomi pertama yang tampak secara utuh di Spanyol sejak tahun 1905. Puncak fenomena terjadi pukul 17.47 Waktu Universal Terkoordinasi atau sekitar 00.47 WIB hari berikutnya, dengan durasi maksimum totalitas mencapai 2 menit 18 detik di perairan sebelah barat Islandia.
Jalur sempit totalitas selebar hingga 294 kilometer membentang dari Samudra Arktik, melewati Greenland, Islandia, dan sebagian kecil Portugal, lalu membelah Spanyol dari wilayah barat laut hingga ke Kepulauan Balearik sebelum berakhir seiring matahari terbenam . Kota-kota seperti A Coruña, Oviedo, Bilbao, Zaragoza, Valencia, dan Palma termasuk dalam wilayah yang mengalami fase gelap sepenuhnya selama sekitar 76 hingga 104 detik pada sore hari waktu setempat. Sebagian besar negara Eropa lainnya mulai dari Prancis, Jerman, hingga Rusia bagian barat hanya menyaksikan gerhana matahari sebagian dengan persentase penutupan bervariasi.
“Kita baru saja menyaksikan peristiwa yang dinanti selama lebih dari satu generasi. Di Spanyol, gerhana terjadi tepat saat matahari hampir terbenam, sehingga pengamat harus memilih lokasi dengan pandangan terbuka ke arah barat,” ujar Kepala Bidang Astronomi Instituto Geográfico Nacional Spanyol, Dr. Javier Ventura, dalam konferensi pers resmi di Madrid, 12 Agustus 2026 pukul 10.00 waktu setempat.
Menurut pernyataan Dr. Maria Lopez, peneliti senior Royal Spanish Physics Society di Barcelona pada kesempatan yang sama, urutan gerhana matahari pada tahun 2026, 2027, dan 2028 di wilayah Semenanjung Iberia adalah hal yang sangat jarang terjadi dalam catatan sejarah astronomi. Sementara itu, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan melalui keterangan tertulis tanggal 8 Agustus 2026, jalur lintasan gerhana ini tidak melewati wilayah Indonesia dan berlangsung saat malam hari di Nusantara, sehingga tidak dapat diamati secara langsung.
Secara ilmiah, gerhana matahari total terjadi ketika posisi Bulan berada tepat sejajar di antara Matahari dan Bumi, menutupi seluruh piringan cahaya Matahari bagi pengamat di sepanjang jalur totalitas. Masyarakat diimbau senantiasa menggunakan pelindung mata khusus bersertifikat saat melakukan pengamatan dan tidak memandang langsung tanpa alat pelindung guna mencegah kerusakan permanen pada penglihatan. (*)







