RSUD Abdul Moeloek Apresiasi Kunjungan Presiden BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang

RSUD Abdul Moeloek Apresiasi Kunjungan Presiden BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, BANDAR LAMPUNG — RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung membuka ruang bagi kontrol sosial dari kalangan mahasiswa.

Sikap itu ditunjukkan setelah Presiden Mahasiswa BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang periode 2025, Ryanda Agma Putra, melakukan peninjauan langsung ke lingkungan rumah sakit selama sekitar dua jam.

Kunjungan tersebut mendapat apresiasi dari dr. Imam Ghozali, SpAn, KMN, M.Kes. Menurut dia, kehadiran mahasiswa di tengah pasien dan keluarga pasien penting sebagai bagian dari kontrol sosial sekaligus sumber masukan bagi rumah sakit.

Dalam peninjauan itu, sejumlah persoalan pelayanan menjadi perhatian, mulai dari aksesibilitas, alur administrasi hingga kebutuhan tenaga kesehatan di lapangan.

Imam mengatakan, kritik yang muncul dari masyarakat semestinya tidak dijawab dengan sikap defensif. Sebaliknya, kritik perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan dari dalam.

«“Kritik publik tidak boleh disikapi dengan pembelaan diri pasif, melainkan dengan pembenahan internal yang menyentuh akar masalah,” ujar Imam.»

Menurutnya, melihat langsung kondisi rumah sakit memberikan perspektif berbeda dibandingkan hanya menerima informasi dari laporan atau keluhan masyarakat. Mahasiswa, kata dia, dapat melihat secara nyata persoalan yang dihadapi pasien maupun keluarga pasien selama menjalani proses pelayanan kesehatan.

Dari pengalaman tersebut, Imam kemudian mengajak masyarakat terlibat lebih jauh melalui gerakan “Sisihkan 2 Jam Kehidupan”.

Gerakan itu mengajak masyarakat meluangkan sedikit waktu untuk hadir di rumah sakit, melihat kondisi pasien, mendengar persoalan yang mereka hadapi, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Datanglah. Lihatlah ibu yang menahan tangis di depan ruang ICU. Lihatlah bapak yang bingung mengurus administrasi sambil memikirkan biaya. Di sanalah kemanusiaan kita diuji,” kata Imam.

Ia menegaskan, ajakan tersebut tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa. Birokrat, teknokrat dan masyarakat umum juga didorong ikut meluangkan waktu untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan dan kehidupan pasien di rumah sakit.

“Menjadi relawan tidak harus setiap hari. Cukup dua jam. Cukup hadir. Cukup menjadi manusia untuk manusia lainnya,” ujarnya.

Imam juga mengapresiasi BEM Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang dan Ryanda Agma Putra yang dinilai telah membawa praktik advokasi mahasiswa ke lapangan.

Menurut dia, advokasi tidak semestinya berhenti pada penyampaian aspirasi atau retorika, tetapi juga dilakukan dengan melihat fakta dan kondisi masyarakat secara langsung.

RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, lanjut Imam, tetap membuka ruang bagi kritik dan kontrol sosial yang konstruktif. Masukan dari masyarakat diharapkan menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lampung.

“Terima kasih BEM Poltekkes. Terima kasih Ryanda Agma Putra. Terima kasih atas keberpihakannya,” pungkasnya.(Jim/*)

Pos terkait