Bongkar Post
Bandar Lampung,
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung diduga melakukan pengkondisian proyek tahun anggaran 2021 dan 2022, pada pengadaan sapi PO dan kambing. Pasalnya, secara dua tahun berturut-turut, CV. Ratu Mas Inten menjadi pemenang tender, dengan nilai kontrak Rp1, 320 miliar ditahun anggaran 2021, dan Rp2, 295 miliar ditahun anggaran 2022.
Begitu juga dengan tender pengadaan ternak kambing, pada tahun anggaran 2021, juga dimenangkan oleh CV. Ratu Mas Inten, dengan nilai kontrak Rp669, 5 juta. Sementara ditahun anggaran 2022, dimenangkan CV. Pascal dengan nilai kontrak Rp3,428 miliar.
Ketua LSM Gerakan Pemuda Bangkit (GEPB), Asih C Wanara mengatakan, ada dugaan pengkondisian pemenang tender oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung.

“Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakwan) Lampung tidak transparan dalam merealisasikan pengadaan sapi betina PO dan kambing, ke kabupaten, kecamatan dan desa, serta dan kelompok tani mana saja,” tandas Asih, saat berada di Kantor Redaksi Bongkar Post, pada Minggu (16/7/2023).
Ia menilai, ada unsur kesengajaan dari pihak dinas supaya tidak terekspos. Bahkan Kepala Dinas, sambung Asih, tidak kooperatif dan terkesan tertutup.
“Sapi PO dan kambing ini akan dibagikan ke kelompok tani di kabupaten, namun pembagian sapi PO betina dan kambing ini melalui elit partai politik yang ada di kabupaten setempat. Kalau tidak melalui elit partai politik tidak akan mendapatkan bantuan ternak sapi PO dan kambing. Apalagi tahun 2024 adalah tahun politik, akan ada pemilihan presiden, gubernur, bupati dan anggota dewan,” ungkap Asih.
Ia berharap, jangan sampai bantuan pengadaan sapi PO dan kambing, di tahun 2023 ini, dijadikan ajang oleh para elit politik untuk mendapatkan dukungan suara di masyarakat.
“LSM Gerakan Pemuda Bangkit (GPB) akan mengawal dan mengawasi serta mengontrol kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, pada proyek pengadaan sapi PO dan kambing, serta proyek lainnya,” pungkasnya. (tk/red)







