Progja Mirza-Jihan: Ketahanan Keluarga, Entaskan Kemiskinan, Hingga Birokrasi Berintegritas

PROGJA – Di antara program kerja unggulan paslon nomor urut 2, Mirza-Jihan. | dok Media Center Mirza-Jihan/Muzzamil

Bongkar Post

Bacaan Lainnya

BANDARLAMPUNG – Debat publik kedua antar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung 2024 akan berlangsung dipusatkan di Ballroom Novotel Lampung Hotel, Jl Gatot Subroto Nomor 136 Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung, Sabtu (2/11/2024) pukul 19.00 WIB, malam ini.

Terkait tema utama debat kali ini, “Hukum, Pemerintahan, Sosial, dan Budaya”, tak sedikit warga mau pun warganet terutama kalangan anak muda milenial dan genzi, yang kepo, penasaran dan serius bertanya, seputar apa saja kisi-kisi program unggulan duet muda cagub Rahmat Mirzani Djausal dan cawagub Jihan Nurlela Chalim (Mirza-Jihan) yang akan dilakukan andai menang terpilih pada Pilgub Rabu 27 November mendatang.

Pertanyaan favorit diajukan semisal akankah keduanya berani menempuh terobosan hukum progresif (baik sendiri mau pun bersama DPRD Provinsi, dalam menelurkan aturan hukum daerah yang tidak saja penuhi aspek kepastian hukum dan kebermanfaatan hukum tetapi juga keadilan hukum?

Serta, beranikah keduanya menempuh jalan “judicial activism” andai misalkan dalam proses penyusunan produk hukum daerah lantas bertemu “sandungan” berarti karena semua mahfum hukum positif di negara kita ini masih kental warisan hukum kolonial dan sulit terlepas untuk bisa sampai mempunyai sistem hukum positif asli Indonesia sehingga yang terjadi komprominya adalah konvergensi hukum, aturan hukum disesuaikan situasi?

Misalnya saja dalam menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub), atau yang bersama DPRD, Peraturan Daerah (Perda). Dengan belajar dari kesalahan, kealpaan, kecerobohan, dan maladministrasi penyusunan produk hukum daerah oleh kepemimpinan sebelumnya.

Berikutnya, terkait hal ihwal kepemerintahan. Bagaimana kedua paslon muda ini andai kelak menang terpilih akan melakukan terobosan inovasi penyelenggaraan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan daerah. Inovasi jadi kata kunci tanya warga/warganet. Selain, apa bisa mewujudkan tradisi keadaban baru birokrasi yang melayani, pakai tulus?

Lalu soal sosial budaya. Misal tak sedikit yang kepo bertanya, apa strategi jitu Mirza-Jihan dalam upaya untuk menyelamatkan bahasa daerah Lampung sebagai bahasa ibu dari ambang atau ancaman kepunahan seperti telah banyak disuarakan banyak pemerhati?

Terpancing kata “sosial”, ada yang bertanya bagaimana Mirza-Jihan nantinya gelorakan kembali semangat rakyat Lampung dalam membumikan, memassalkan, memassifkan, gerakan sosial pemberdayaan masyarakat miskin Lampung yang masih ada 10 persen?

Bagaimana Mirza-Jihan nantinya akan gaung dan gelorakan gerakan kerukunan sosial, kesetiakawanan sosial, kewirausahaan sosial, kerelawanan dan kedermawanan sosial, serta dengan menjadikan keadilan sosial sebagai ruh dari keseluruhan gerakan tersebut?

Lainnya ada menitip pertanyaan, bagaimana Mirza-Jihan mengkapitalisasi kekayaan tak tergantikan: besarnya sumber daya manusia Lampung yang kini berpopulasi 9,15 juta jiwa dengan 32 etnis yang hidup (subsisten) di Lampung dari total 1.340 kelompok etnis/suku bangsa di Indonesia data Sensus Penduduk 2010 dari BPS, menjadikan Indonesia salah satu negara paling beragam di dunia?

Oke, tampaknya sudah pada nggak sabar ingin menyimak langsung penjelasan kedua paslon petarung: Arinal Djunaidi-Sutono dan Mirza-Jihan pada debat Sabtu malam.

Sebagai displai digital, sarapan informasi bekal nobar debat malam ini, untuk paslon Mirza-Jihan, sejumlah program kerja (progja) unggulannya sejatinya telah ada termaktub dalam dokumen Visi Misi Pencalonan.

Mirza-Jihan, duet pengampu Visi “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas” ini, ditopang tiga Misi: pertama, Mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan inovatif; kedua, Memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan produktif; dan ketiga, Meningkatkan kehidupan masyarakat yang beradab, berkeadilan dan berkelanjutan.

Demi menjawabnya, seperti disarikan dari dokumen Visi Misi Pencalonan Mirza-Jihan, sedikitnya ada 6 program kerja Mirza-Jihan yang sebut saja paling berdekatan terpaut tema debat.

Apa saja? Yakni, progja ke-1:, Pemenuhan hak dan perlindungan anak, perempuan, penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok terlantar, ke-3: Mewujudkan birokrasi berintegritas, ke-5: Penguatan ketahanan keluarga, ke-6: Pengentasan kemiskinan tepat waktu tepat sasaran, ke-7: Membangun semangat Lampung bersama, ke-8: Menuju zero stunting dan perwujudan masyarakat sehat, dan ke-12: Generasi cerdas berakhlak dan berbudaya.

 

Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Perempuan, Penyandang Disabilitas, Lansia, dan Kelompok Terlantar

Progja ke-1 ini bakal dilaksanakan melalui program (1) Lampung ramah anak dan perempuan. (2) Meningkatkan akses pelayanan dasar bagi kaum rentan, penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok terlantar. (3) Memberikan akses dan meningkatkan peran perempuan di berbagai sektor, termasuk politik, ekonomi, dan sosial.

(4) Mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan memberikan perlindungan kepada ibu dan anak terdampak. (5) Standarisasi infrastruktur publik yang ramah bagi penyandang disabilitas. (6) Menyelenggarakan pembinaan bagi kaum difabel guna menciptakan kemandirian kaum disabilitas.

 

Mewujudkan birokrasi berintegritas

Progja ke-3 ini, bakal dilaksanakan dengan cara (1) Menjunjung tinggi pemerintahan yang

profesional, efektif, efisien, dan berdasarkan hukum. (2) Memberikan pelayanan publik yang prima dan berkeadilan. (3) Menguatkan jejaring kerjasama antar kota-kabupaten.

(4) Terbentuknya ekosistem sumber pendanaan pembangunan alternatif dalam sistem pengelolaan keuangan daerah yang terintegrasi, transparan dan akuntabel. (5) Memperkuat instrumen kebijakan dan kelembagaan dalam pengelolaan sumber pendanaan pembangunan non pemerintah (non APBD dan Non APBN) yang lebih adaptif.

(6) Upaya lanjutan percepatan peran pemerintah daerah dalam intermediasi sektor keuangan pada sektor prioritas. (7) Mewujudkan pengelolaan APBD secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan, kepatutan, manfaat untuk masyarakat, serta taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

(8) Memperkuat sinergitas pertahanan dan keamanan daerah bersama TNI, Polri dan lembaga lainnya. (9) Mengembangkan MPP (Mal Pelayanan Publik) yang memungkinkan masyarakat lebih mudah dalam pengajuan perizinan, administrasi kependudukan, pembayaran pajak, retribusi, dan layanan lainnya dilakukan secara online melalui portal resmi pemerintah daerah.

(10) Mengoptimalkan fungsi hotline atau aplikasi pengaduan masyarakat berbasis

digital. (11) Melakukan pemutakhiran website resmi berisi informasi terkait pembangunan daerah, termasuk rencana pembangunan, progres proyek, dan anggaran digunakan.

(12) Mengadakan forum dialog publik secara rutin untuk membahas perkembangan pembangunan daerah dan mendengarkan masukan dari masyarakat.

(13) Menjamin pelaksanaan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) yang transparan dan akuntabel. (14) Membangun Data Recovery Center (DRC) untuk mendukung SPBE yang aman dan handal.

(15) Mengintegrasikan sistem digital pada semua tingkat dalam satu pengelolaan terpusat di Command Center secara realtime yang mendukung pengambilan keputusan yang efektif dan efisien.

 

Penguatan ketahanan keluarga

Progja ke-5 ini akan dieksekusi dengan (1) Melanjutkan Program Keluarga Harapan. (2) Mensosialisasikan fungsi keluarga sebagai jaring pengaman sosial. (3) Membudayakan keluarga inti harmonis. (4) Peningkatan ketahanan keluarga dan lingkungan pendukung berbasis kearifan lokal untuk mewujudkan pranata sosial budaya yang tangguh.

 

Pengentasan kemiskinan tepat waktu tepat sasaran

Berikut, progja ke-6 ini bakal ditunaikan melalui (1) Pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. (2) Memetakan dengan tepat menggunakan “big data” (mahadata) bagi masyarakat miskin dan yang membutuhkan. (3) Menyalurkan program bantuan kepada masyarakat miskin secara tepat waktu dan tepat sasaran.

(4) Memantau kondisi masyarakat miskin dan yang membutuhkan dan melakukan mitigasi sesuai kebutuhan. (5) Optimalisasi peran fasilitator program bantuan sosial pemerintah (PKH, Tagana, Pendamping Desa, TKSK, Pekerja Sosial, atau sejenisnya).

 

Membangun semangat Lampung bersama

Progja ke-7, dijalankan melalui (1) Penguatan nilai luhur kebudayaan lokal dalam sendi kehidupan masyarakat dengan berasaskan Pancasila dengan merevitalisasi prinsip hidup orang Lampung “Piil Pesenggiri”.

(2) Membangun semangat persatuan masyarakat Lampung melalui pendekatan budaya “Sakai Sambayan”.

(3) Sinergitas TNI, Polri, tokoh masyarakat, stakeholder dengan pemerintah daerah untuk menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat. (4) Menyelenggarakan Festival Seni dan Budaya (meliputi seni, musik, tari, dan kuliner dari berbagai suku di Provinsi Lampung). (5) Melakukan pendampingan, revitalisasi dan supervisi bagi lembaga kebudayaan dan atau kelompok masyarakat.

(6) Penguatan keimanan dan ketakwaan melalui kegiatan keagamaan. (7) Revitalisasi sarana dan lembaga kebudayaan (sanggar, balai desa, perguruan silat, lembaga adat). (8) Optimalisasi masyarakat desa sebagai penggerak aktivitas kebudayaan.

(9) Menyelenggarakan workshop, seminar, dan diskusi publik tentang berbagai budaya dan tradisi yang ada di Provinsi Lampung. (10) Penggunaan simbol, aksara dan bahasa Lampung di ruang publik. (11) Mendorong kreasi seni dan budaya karya seniman dan budayawan lokal.

 

Menuju zero stunting dan perwujudan masyarakat sehat

Kemudian, progja ke-8 ini akan diterapkan dengan (1) Melaksanakan program nasional pemberian makanan bergizi gratis (MBG) untuk peningkatan gizi masyarakat dan penanggulangan stunting secara tepat sasaran dan tepat waktu.

(2) Menyediakan pusat layanan kesehatan berstandar layanan minimal tingkat provinsi. (3) Mendukung peningkatan kualitas dan pelayanan kesehatan RSUD Provinsi Lampung. (4) Mendukung pendirian dan peningkatan fungsi Rumah Sakit tipe C dan B di kabupaten/kota.

(5) Melakukan kampanye pencegahan penyakit menular dan penanganan penyakit tidak menular. (6) Melakukan kampanye imunisasi bagi anak usia dini, remaja, dan perempuan.

(7) Berkolaborasi dengan organisasi dan

komunitas-komunitas lokal untuk menyebarkan informasi kesehatan dan

menyelenggarakan kampanye gaya hidup sehat. (8) Memastikan bantuan kesehatan tepat sasaran dan tepat waktu. (9) Melakukan

pelayanan kesehatan masyarakat secara langsung dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. (10) Menyelenggarakan bantuan medis darurat bagi masyarakat yang membutuhkan, seperti transportasi medis, penanganan pertolongan pertama, bantuan medis lainnya dalam keadaan darurat.

 

Generasi cerdas berakhlak dan berbudaya

Dijelaskan, progja ke-12 ini akan diterapkan dengan (1) Memfasilitasi pesantren dan pendidikan keagamaan sebagai pusat aktivitas pendidikan akhlak dan karakter. (2) Menyelenggarakan sertifikasi pada tingkat pendidikan sekolah menengah vokasi. (3) Pemerataan dan optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan tenaga kerja terampil di daerah.

(4) Memfasilitasi sertifikasi profesi tenaga kerja Lampung. (5) Penguatan muatan pendidikan berbasis budaya Lampung. (6) Meningkatkan kompetensi santri dalam penguatan peran di masyarakat.

(7) Mendorong pengembangan sekolah menengah unggulan dan program kejuruan yang relevan dengan kebutuhan industri. (8) Mendorong program pendidikan non formal untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. (9) Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan sekolah dan pesantren.

(10) Menciptakan tata kelola teknologi informasi sekolah dan pesantren demi mendukung pelaksanaan pendidikan

berbasis digital yang optimal. (11) Menjamin anggaran pendidikan tepat guna dan tepat sasaran. (12) Memberikan dukungan dalam

peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan. (13) Sinergi Tridharma Perguruan Tinggi dalam pembentukan generasi cerdas dan berakhlak.

Ada pun, debat publik kedua Pilgub Lampung malam ini dapat ditonton melalui tayangan live streaming YouTube KPU Provinsi Lampung, layar tivi dan YouTube media massa elektronik mitra penyelenggara, serta live di RRI Pro 1 Bandarlampung dilengkapi aplikasi bebas unduh RRI Play di PlayStore.

Sayangnya, diperkirakan bakal bikin konsentrasi penonton terbelah khususnya di Bumi Jejama Secancanan, debat publik kedua Pilgub Lampung ini kebetulan bareng dengan debat perdana cabup-cawabup Kabupaten Pringsewu. (Muzzamil)

Pos terkait