Penguatan Mutu Pendidikan: 1.280 Guru Wilayah 2 Lampung Ikut UKG Tahap II
Bongkar Post, Bandar Lampung
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung kembali melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) tingkat SMA/SMK negeri tahap kedua pada Sabtu, 6 Desember 2025.
Ujian berlangsung serentak di 14 kabupaten/kota dengan total peserta mencapai 6.762 guru, sebagai bagian dari pemetaan kemampuan tenaga pendidik yang digelar sejak Oktober lalu.
Ujian kali ini dilakukan secara daring melalui platform School.media, mencakup empat komponen utama: tes kepribadian, sosial, pedagogik, dan profesional. Meski materi soal diperbarui dari tahap pertama, sistem pelaksanaan ujian tetap sama.
Di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 2, pelaksanaan UKG berjalan di tiga titik utama dengan total peserta 1.280 guru. Rinciannya:
Kabupaten Pesawaran di SMAN 1 Gedong Tataan: 401 peserta
Kabupaten Pringsewu di SMKN 1 Gading Rejo: 392 peserta
Kabupaten Tanggamus di SMKN 1 Talang Padang: 487 peserta
Pelaksanaan di wilayah 2 dipantau langsung oleh Ketua Pelaksana sekaligus Kabid GTK Disdikbud Lampung Jhoni Effendi, ST., MT., serta Kepala Cabang Dinas Wilayah 2, Rodi Hayani Samsun, SH., MIP.
Thomas Amirico: UKG Jadi Dasar Pembinaan Guru yang Tepat Sasaran
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa UKG tahap kedua memiliki peran penting untuk menghasilkan gambaran komprehensif mengenai kualitas guru di seluruh Lampung.
“Hari ini seluruh guru mengikuti tes secara serentak untuk melihat posisi kemampuan mereka secara lebih komprehensif. Data inilah yang nanti menjadi dasar kami menyusun program peningkatan kompetensi lanjutan, supaya pembinaan guru benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Thomas.
Ia menambahkan, UKG bukan sekadar mengukur kemampuan pedagogik dan profesional guru, tetapi juga berperan sebagai landasan kebijakan pembinaan berkelanjutan dan syarat dalam proses kenaikan jabatan fungsional.
“UKG juga menjadi bagian penting untuk memvalidasi kemampuan sebagai tenaga ahli yang profesional dan beretika,” tegasnya.
Jhoni Effendi: UKG Kunci Meningkatkan Profesionalisme Guru
Ketua pelaksana UKG, Jhoni Effendi, menegaskan bahwa pelaksanaan UKG memberi manfaat besar bagi guru maupun pemerintah dalam memetakan kebutuhan peningkatan kompetensi.
“UKG dapat mengukur kemampuan guru dalam bidang studi dan pedagogik, menjadi dasar pengembangan profesional berkelanjutan, serta menjadi syarat kenaikan jabatan dan pangkat tertentu,” jelas Jhoni.
Selain itu, UKG disebutnya penting dalam memastikan kualitas profesionalisme guru.
“Ini adalah proses validasi bahwa guru benar-benar kompeten, profesional, dan beretika,” ujarnya.
Rodi Hayani Samsun: Wilayah 2 Siap Mendukung Peningkatan Mutu Guru
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 2, Rodi Hayani Samsun, menyatakan dukungan penuh atas pelaksanaan UKG tahap kedua ini. Menurutnya, UKG memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di wilayahnya.
“Kami di Cabang Dinas Wilayah 2 siap mendukung penuh program UKG ini. Ujian kompetensi ini sangat penting untuk meningkatkan mutu guru, karena dari sini kita bisa melihat kebutuhan nyata di lapangan dan menyusun pembinaan yang lebih tepat,” ujar Rodi.
Ia juga mengapresiasi kesiapan sekolah-sekolah pelaksana dan antusiasme para guru.
“Guru-guru kita sangat siap dan bersemangat. Kami memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar dan sesuai standar,” tambahnya.
Sebelumnya, pada 18 Oktober 2025, Disdikbud Lampung telah melaksanakan UKG tahap pertama yang diikuti 2.674 guru. Rangkaian UKG dua tahap ini diharapkan mampu memperkuat kualitas tenaga pendidik serta menyusun peta kebutuhan peningkatan kompetensi yang lebih terarah di seluruh kabupaten/kota.
Dengan adanya UKG tahap kedua ini, Disdikbud Lampung memastikan proses peningkatan kualitas guru terus berjalan sesuai standar, terutama di wilayah 2 yang menjadi salah satu pusat konsentrasi pelaksanaan.(*)







