Pengguna Kendaraan Minta Dinas Terkait Perbaiki Jalan ‘Bak Kubangan’ di Sukarame

Pengguna Kendaraan Minta Dinas Terkait Perbaiki Jalan ‘Bak Kubangan’ di Sukarame. Foto/Video: Zulman

Bongkar Post.co.id

Bacaan Lainnya

Bandar Lampung,

Pengguna kendaraan meminta dinas terkait memperbaiki jalan ‘bak kubangan’ di Sukarame Induk dan Sukarame Baru Bandar Lampung.

Keluhan warga ini lantaran gang menuju Kompleks Perumahan Griya dari pertigaan jalur II belakang UIN Lampung dari arah JL. Pulau Sabesi samping Kafe Bento Sukarame, terdapat genangan air berwarna kecoklatan sedalam 10-25 cm.

Selian itu warga lainnya juga mengeluhkan hal yang sama, karena Gang di Blok C. JL. Cendana menuju jalur II depan Masjid Al-Kautsar RT 07 Sukarame Baru juga mengalami kerusakan.

“Saya heran kenapa dalam kota masih ada jalan separah ini. Seperti kubangan, apalagi musim hujan seperti sekarang ini. Padahal, jalan Gg samping Kafe Bento itu akses jalan tembusan ke Perum Griya dan sekitarnya,” kata Teguh (47), pengendara motor saat melintas.

Dikantakannya, kondisi jalan rusak memang sudah beberapa bulan terakhir, tapi belum ada perbaikan.

Sementara kalau dilihat dari lokasi, menurut Teguh, tidak jauh dari komplek kantor PU Kota dan kantor Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, berjarak puluhan meter saja. “Mestinya dinas cepat tanggap, atau paling tidak memantau kondisi jalan tersebut,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan warga lainnya berinisial (R), warga Gg. Rewok JL. Tirtayasa Kecamatan Sukabumi.

R, saat itu bermaksud ingin menumpang menunaikan ibadah Sholat di Masjid Al-Kautsar Blok C. JL. Cendana Sukarame Baru.

Saat menuju ke komplek masjid, terdapat banyak lubang, sehingga menuju ke masjid harus hati-hati.

Pemantauan Bongkarpost di lokasi, Rabu (25/12/2024), kondisi jalan di dua Gg ke Komplek Perum Griya samping Kafe Bento dan Gg komplek Masjid Al-Kautsar terdapat lubang di sana – sini.

Selain aspal yang terkelupas, kondisi terparah jalan menuju Kompleks Perum Griya juga digenangi air akibat luapan air tinggi.

Ditambah, drainase yang tidak berfungsi dengan baik.

Kemacetan dan kehati-hatian pengguna kendaraan juga disebabkan karena lubang digenangi air berkisar 10 sampai 25 cm.

Sementara ketebalan jalan tersebut lebih rendah dari jalan utama terusan Jl. Pulau Sebesi menuju ke Sabah Balau dan sekitarnya. (Zul)

Pos terkait