Artikel
Orang-Orang Beriman: Keberuntungan Akhirat dan Ketentraman Jiwa
Oleh: Arsiya Heni Puspita
(Jurnalis dan Penulis)
Surah Al-Mu’minun artinya Orang-Orang yang Beriman. Dinamakan surah Al-Mu’minun karena permulaan surah ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mu’min yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketentraman jiwa mereka di dunia.
Nama Al-Mu’minun atau Al-Mu’minin sudah dikenal sejak zaman Rosulullah. Nama lainnya adalah Qod Aflaha dari kata-kata yang terdapat di awal surah.
Surah ini merupakan surah kedua puluh tiga dalam Al Qur’an terdiri dari 118 ayat, termasuk golongan surah Makkiyyah, artinya diturunkan saat Rosulullah masih di Mekah. Kata lainnya, Rosulullah belum hijrah ke Madinah.
Surah ini adalah surah yang ketujuh puluh enam jika ditinjau dari bilangan turunnya surah-surah dalam Al-Qur’an. Dia turun sebelum surah Al-Mulk atau Tabarak dan sesudah surah Ath-Thur.
Tujuan dan tema utama surah ini adalah uraian tentang kebahagian dan kemenangan yang akan diraih secara khusus untuk orang-orang mu’min.
Lainnya, ajakan beriman pada Allah swt dan hari Kemudian serta menjelaskan sifat-sifat orang mu’min dan orang-orang kafir. Demikian tafsir Al-Misbah.
Adapun tafsir secara singkat berdasarkan Tafsir Al-Misbah “Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an” karya M. Quraish Shihab yang diterbitkan oleh Lentera Hati.
Terjemahan QS. Al-Mu’minun (Orang-Orang yang Beriman) 23: 1 – 11
Terjemahan ayat 1 – 4, “Sesungguhnya telah beruntunglah orang-orang mukmin (1). (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya (2). Dan mereka orang-orang yang al-laghw yang tidak acuh (3). Dan mereka yang menyangkut zakat dalam pelaksanaanya.” (4).
Terjemahan ayat 5 – 7, “Dan mereka menyangkut kemaluan mereka adalah pemelihara-pemelihara (5). Kecuali terhadap pasangan-pasangan mereka atau budak wanita yang mereka miliki. Maka sesungguhnya mereka tidakah dicela (6). Barang siapa yang mencari dibalik itu, maka mereka itulah pelampau-pelampau batas.” (7).
Terjemahan ayat 8 – 11, Dan mereka terhadap amanat-amanat dan pejanjian adalah pemelihara-pemelihara (8). Dan mereka menyangkut shalat-shalat mereka selalu memeliharah-nya (9). Mereka itulah pewaris-pewaris (10). Orang-orang yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka didalamnya adalah orang-orang yang kekal”. (11).
Tafsir QS. Al-Mu’minun (Orang-Orang yang Beriman) 23: 1 – 11
Tafsir ayat 1- 4, oran-orang mu’min yang mantap imannya dengan melakukan amal saleh, tenang, rendah hati lahir dan batin. Lalu, tidak memberikan perhatian pada hal yang tidak bermanfaat. Mereka melakukan pensucian jiwa dengan zakat dan sedekah yang dilakukan secara sempurna dan tulus.
Kemudian, tafsir ayat 5 -7, orang-orang yang menghindari perbuata zina karena perzinaan adalah puncak kebejatan moral serta perusakan generasi dan masyarakat. Tidak menyalurkan kebutuhan biologis dengan cara yang tidak dibenarkan agama lslam.
Selanjutnya, tafsir ayat 8 – 11, Islam mengajarkan bahwa amanat/kepercayaan adalah asas keimanan berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw: “Tidak ada iman bagi yang tidak memiliki amanah”.
Amanat ada empat hal, pertama, amanat antara manusia dengan Allah swt seperti aneka ibadah nazar. Kedua, amant antara manusia dengan manusia lainnya seperti titipan, rahasia, dan lainnya. Ketiga, amanat antara seseorang dengan lingkungan dengan memeliharanya untuk generasi selanjutnya. Terakhir, keempat, amanat dengan diri sendiri seperti kesehatan.
Melakukan sholat tepat pada waktunya dan memelihara rukun, wajib, dan sunahnya. Orang-orang mu’min dengan sifat-sifat terpuji akan mewarisi surga Firdaus merupakan puncak surga dan istimewa.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golonga orang-orang yang beriman. Kabulkanlah permohonan kami. Wallahu a’lam bishowab.







