BONGKARPOST.CO.ID,
METRO – Pemerintah Kota (Pemkot)Metro, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan tahun 2025, untuk menjadi paham penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2026. kegiatan berlangsung di aula kecamatan Metro Selatan, Rabu (12/2/2025).

Musrenbang merupakan salah satu tahapan dalam proses perencanaan pembangunan, yang bertujuan untuk mengakomodir usulan kegiatan dengan pendekatan dari bawah ke atas.
Musrenbang tingkat kecamatan merupakan tahapan musrenbang kedua, setelah sebelumnya dilaksanakan musrenbang pada tingkat kelurahan.
Walikota Metro Wahdi Sirajuddin di Wakili Sekda Metro Bangkit Haryo Utomo dalam sambutannya menyampaikan hasil musrembang Kecamatan akan menjadi salah satu bahan dan masukan dalam musrembang tingkat kota untuk menjadi paham penyusunan RKPD tahun 2026.
“Arah kebijakan pembangunan daerah harus merujuk pada isu pembangunan yang menjadi prioritas nasional jika merujuk pada kebijakan nasional, pemerintah pusat masih memfokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sektor pemulihan ekonomi nasional untuk itu marilah kita bersama-sama merumuskan prioritas secara objektif,” ucap Sekda.
“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tahun 2025 adalah tahun peralihan dan merupakan tahun pertama RPJMD 2025-2029. Tentunya hal ini memerlukan penguatan untuk melakukan berbagai transformasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pemerintah Kota Metro mengusung tema pembangunan tahun 2026 yaitu Penguatan Infrastruktur untuk Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan,” ungkap Bangkit.
Ia juga menyebut bahwa pagu anggaran Metro Selatan guna kegiatan mengalami kenaikan cukup signifikan.
“Untuk Kegiatan dan pembangunan yang direalisasikan pada Kecamatan Metro Selatan pada tahun 2024 sebesar Rp.14.849.389.357,- (Empat Belas Milyar Delapan Ratus Empat Puluh Sembilan Juta Tiga Ratus Delapan Puluh Sembilan Ribu Tiga Ratus Lima Puluh Tujuh Rupiah) dan pada tahun 2025 dianggarkan sebesar Rp52.336.471.795, (Lima Puluh Dua Milyar Tiga Ratus Tiga Puluh Enam Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Satu Ribu Tujuh Ratus Sembilan Puluh Lama Rupiah). Artinya terdapat kenaikan yang cukup signifikan.
“Sementara pada sisi pendapatan terutama pada realisasi PBB tahun 2024 Jumlah STTS PBB di Kecamatan Metro Selatan sebanyak 7.688 dan terealisasi sebanyak 5.899 STTS, dengan Pokok Ketetapan PBB sebesar Rp.426.579.707,00,- (Empat Ratus Dua Puluh Enam Juta Lima Ratus Tujuh Puluh Sembilan Ribu Tujuh Ratus Tujuh Rupiah) dan terealisasi sebesar Rp.319.363.501,00, (Tiga Ratus Sembilan Belas Juta Tiga Ratus Enam Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Satu Rupiah) atau 74,9%,” paparnya.
Saat musrenbang terdapat usulan dari masyarakat Yaitu diantaranya.
1. Bapak Fitri Margorejo sosbud.
– Pada informasi pembangunan p2025 ada Rehab posyandu Dahlia Jika memungkinkan Rehab dapat dialihkan ke Posyandu bunga tanjung yang lebih membutuhkan.
2. Bapak sujud LPM rejomulyo.
– pembangunan Aula Kelurahan rejomulyo .
– perbaikan padas grojok.dan
– normalisasi drainase di RW 01, 02 dan 04 rejomulyo.
3.Bapak Yono Sumbersari
– ketersediaan air dengan memanfaatkan drainase yang mengalirkan air ke area persawahan.
– pengangkatan lumpur di saluran irigasi.
– pembangunan jalan usaha tani untuk pertanian di Sumbersari.
Tanggapan Sekda Kota Metro
. Perbaikan Jalan padas krocok diusulkan di Desember.
. Normalisasi gorong-gorong yang akan melintas di Jalan Budi Utomo.
. Jalan Budi Utomo akan diusulkan menjadi jalan jalur II.
. Pengangkatan lumpur akan langsung disurvei oleh dinas PUTR.
. Disiapkan material dengan koordinator BPK Wahyono.
Sementara itu kepada awak media Sekda mengatakan salah satu yang menjadi prioritas pada musrenbang Kecamatan Metro Selatan adalah terkait usulan mengenai Rehab gedung Kelurahan mojomulyo.
“Yang sangat penting di Kecamatan Metro Selatan ini adalah Rehab Kelurahan rejomulyo yang rencana di tahun 2026 akan diagendakan Rehab yang nanti bisa dipergunakan seperti untuk bermain bulutangkis dan lainnya.
Kemudian panganan genangan air yang harus kita tangani sebabnya adalah bahwa adanya pipa yang di bawah gorong-gorong yang perlu diperdalam ataupun dinaikkan kemudian Jalan Pattimura yang sedikit lagi maka di tahun 2026 akan diagendakan,” tutupnya.
(Asef. M)







