BongkarPost.co.id
BANDAR LAMPUNG -Ketukan lembut terdengar dari pintu rumah Kenzi Aury, seorang siswa kelas 7 di SMPN 41 Bandar Lampung, pada Rabu, 16 Oktober 2024.
Di balik pintu itu, tak hanya sosok tamu biasa yang datang, melainkan Mulyadi Syukri, S.Sos, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung, yang dikenal akan dedikasi dan perhatiannya terhadap para siswa.
Disertai salam hangat dan senyuman penuh empati, Mulyadi dengan sopan memperkenalkan diri kepada Ahlia, ibu dari Kenzi.
Ia datang bersama Kepala SMPN 41, Daryanto Hery, serta para guru untuk melihat langsung kondisi Kenzi yang tengah dirundung musibah akibat cedera saat bermain di sekolah.
“Kami ingin memastikan bahwa Ananda Kenzi mendapatkan perhatian yang layak, baik dari sekolah maupun Disdikbud. Ini tanggung jawab kami untuk memastikan setiap anak tetap bisa belajar dengan baik, meski sedang menghadapi kesulitan,” ujar Mulyadi dengan nada penuh perhatian.
Momen tersebut menunjukkan betapa Mulyadi bukanlah pejabat yang hanya duduk di belakang meja.
Ia adalah sosok yang selalu turun ke lapangan, memastikan bahwa setiap siswa di Bandar Lampung mendapatkan pendidikan yang layak, bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun. Kepeduliannya tidak hanya sebatas urusan akademis, tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan siswa.
Saat berbincang dengan Kenzi, Mulyadi dengan hati-hati menanyakan kondisi kakinya.
“Ananda Kenzi, bapak harap kamu tetap semangat meski belum bisa ke sekolah. Sekolah dan kami akan pastikan kamu tetap mendapatkan materi pelajaran agar tidak tertinggal,” katanya.
Ia juga menyampaikan salam dari Kepala Disdikbud Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, S.Pd., dan memastikan bahwa Kenzi akan mendapatkan akses pembelajaran daring selama masa pemulihan.
Perhatian lebih ditunjukkan oleh Mulyadi saat ia menyarankan agar Kenzi dibawa ke RSUD A Dadi Tjokrodipo untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Jika ibu setuju, nanti kami akan bantu komunikasikan dengan Ibu Eka agar Kenzi bisa diperiksa di sana,” ujarnya.
Saran ini direspons positif oleh Ahlia, yang merasa sangat tersentuh oleh kepedulian Mulyadi dan tim dari Disdikbud.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian bapak dan pihak sekolah. Ini sangat berarti bagi kami,” ungkap Ahlia dengan mata berkaca-kaca.
Mulyadi tidak hanya datang untuk memantau kondisi, tetapi juga memberikan tali asih sebagai bentuk bantuan untuk meringankan biaya pengobatan Kenzi.
Sikap ini menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai birokrat, tetapi sebagai pelayan yang benar-benar peduli terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak-anak.
Kepala SMPN 41, Daryanto Hery, menambahkan bahwa Kenzi akan mendapatkan dispensasi penuh selama masa pemulihannya.
Ia berharap Kenzi segera sembuh dan bisa kembali bersekolah seperti biasa.
“Kami semua berharap yang terbaik untuk Kenzi, dan kami akan terus mendukung pembelajarannya agar ia tidak tertinggal,” katanya.
Kunjungan Mulyadi ini menjadi bukti nyata bahwa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung bukan hanya fokus pada kurikulum dan angka-angka statistik, tetapi juga pada kualitas hidup dan kesejahteraan para siswa.
Mulyadi telah menanamkan semangat bahwa setiap anak, tanpa kecuali, berhak mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah, terlebih ketika mereka sedang menghadapi masa sulit.
Kenzi Aury mungkin hanya satu dari sekian banyak siswa di Bandar Lampung, tetapi perhatian yang diberikan Mulyadi menunjukkan bahwa tidak ada satu pun siswa yang diabaikan.(*)







