Motor Wartawan Raib di Balai Keratun, Sistem Keamanan Pemprov Lampung Dipertanyakan
Bongkar Post, Bandar Lampung
Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di pusat perkantoran Pemerintah Provinsi Lampung. Kali ini, kendaraan milik seorang wartawan yang sehari-hari meliput kegiatan Pemprov Lampung raib saat terparkir di depan Balai Keratun, Jumat (27/2) siang.
Korban diketahui bernama Bowo, wartawan peliput Pemprov Lampung yang juga menjabat sebagai Sekretaris Ikatan Jurnalis Pemprov Lampung (IJP). Ia baru menyadari sepeda motornya hilang sesaat sebelum menunaikan salat Jumat.
Peristiwa bermula ketika Bowo tiba di kompleks Pemprov Lampung sekitar pukul 09.00 WIB. Ia memarkirkan sepeda motor di area depan gedung, tak jauh dari posisi kendaraan petugas.
“Karena ada motor Pol PP di situ, jadi saya parkir di depan Balai Keratun. Biasanya saya parkir di bawah gedung, tempat wartawan dan pegawai parkir. Setelah itu saya rapat dengan jajaran IJP membahas agenda launching buku,” ujar Bowo saat dikonfirmasi.
Sekitar pukul 11.50 WIB, saat hendak menuju masjid di sekitar kantor gubernur, ia terkejut mendapati sepeda motor miliknya sudah tidak berada di lokasi. Padahal, kunci kendaraan masih berada di tangannya.
Merasa ada yang tidak beres, usai salat Jumat Bowo langsung berinisiatif mengecek rekaman kamera pengawas (CCTV) di area DPRD Provinsi Lampung yang mengarah ke halaman Balai Keratun.
Dari hasil penelusuran rekaman, terlihat dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor mondar-mandir di sekitar lokasi parkir pada pukul 11.11 WIB. Gerak-gerik keduanya terekam mencurigakan.
Tak berselang lama, tepat pukul 11.24 WIB, salah satu pelaku terlihat mendekati kendaraan korban. Dalam hitungan kurang dari satu menit, sepeda motor tersebut berhasil dibawa kabur. Pada pukul 11.25 WIB, kendaraan sudah tak lagi terlihat di kamera pengawas.
Adapun sepeda motor yang hilang merupakan Honda Beat Street keluaran terbaru berwarna abu-abu cokelat dengan nomor polisi BE 2034 GDJ.
Bowo berharap insiden ini menjadi perhatian serius bagi pengelola kawasan perkantoran pemerintah daerah.
“Ini jadi pelajaran bagi kita semua. Saya berharap pengamanan di lingkungan Pemprov Lampung bisa lebih ditingkatkan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang, apalagi di pusat pemerintahan,” tegasnya.
Kasus pencurian di jantung perkantoran pemerintahan ini pun memunculkan pertanyaan soal efektivitas sistem keamanan dan pengawasan di area yang semestinya steril dan terjaga. (Jim/*)







