Militan Gibran Nusantara: Safari Politik Jokowi Bukan Demi Gibran 2029, Isu Ijazah Palsu Kami Nyatakan Hoaks
Bongkar Post, Bandar Lampung – Di tengah ramainya isu yang kembali menyeret nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Ketua Umum Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan, memberikan klarifikasi tegas dalam pertemuan bersama awak media di Cafe Nako Coffee, Bandar Lampung, pada hari Sabtu (27/6/2026).

Andi Azwan membantah keras anggapan yang menyebut kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah, termasuk Lampung, merupakan safari politik untuk mempersiapkan langkah Gibran Rakabuming Raka maju pada Pemilu 2029.
Menurutnya, isu tersebut merupakan opini yang tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa fokus utama yang sedang dibangun saat ini adalah memperkuat konsolidasi politik guna memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2029.
“Kunjungan Pak Jokowi ke Lampung bukan safari politik untuk mengusung Mas Gibran pada 2029. Fokus kami adalah bagaimana PSI dapat meraih kemenangan pada Pemilu 2029. Jangan sampai kunjungan ini dipelintir menjadi narasi politik yang tidak benar,” ujar Andi Azwan.
Selain itu, Andi juga menanggapi kembali isu mengenai dugaan ijazah palsu Jokowi yang belakangan kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai hoaks.
Menurutnya, dokumen ijazah asli Jokowi telah diserahkan kepada penyidik Polda Metro Jaya sebagai bagian dari proses hukum dan akan dijadikan alat bukti dalam persidangan.
“Kami menyatakan dengan tegas bahwa isu ijazah Pak Jokowi palsu ataupun hilang adalah hoaks. Ijazah tersebut sudah diserahkan kepada Polda Metro Jaya sebagai bukti dalam proses persidangan. Pak Jokowi juga akan hadir untuk membuktikan langsung kebenaran ijazah tersebut di hadapan hukum,” tegasnya.
Ia menilai isu tersebut terus dimunculkan oleh pihak-pihak yang memiliki sentimen terhadap Jokowi dan bertujuan membangun opini negatif di tengah masyarakat.
Andi mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap isu-isu yang sengaja digiring demi kepentingan tertentu. Biarkan proses hukum berjalan dan masyarakat akan melihat sendiri fakta yang sebenarnya,” tutupnya.(Diki)







