Menuju APBD 2027, Pemkot Bandar Lampung Proyeksikan Pendapatan 2,714 Triliun untuk Percepatan Pembangunan

Menuju APBD 2027, Pemkot Bandar Lampung Proyeksikan Pendapatan 2,714 Triliun untuk Percepatan Pembangunan

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Bandar Lampung

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)dan Pemerintah Kota Bandar Lampung, menggelar Sidang Paripurna dengan agenda Penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027, yang digelar, Ruang Rapat Sidang DPRD Kota Bandar Lampung, Senin (20/07/2026).

Sidang paripurna tersebut dihadiri oleh 33 anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Jajaran OPD, Forkompinda, Camat, dan Lurah Se_Bandar Lampung. Dengan jumlah kehadiran tersebut, rapat dinyatakan telah memenuhi kuorum sehingga agenda sidang dapat dilaksanakan sesuai ketentuan.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, berharap pembahasan KUA dan PPAS dapat segera dilanjutkan agar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027 dapat diselesaikan tepat waktu.

Ia menyusunan program dan kegiatan juga akan diarahkan untuk menjawab isu-isu strategis daerah, memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), menekan angka kemiskinan, membuka lapangan pekerjaan, mendorong pemerataan pembangunan, mengakomodasi aspirasi masyarakat melalui Musrenbang, serta meningkatkan kualitas aparatur pemerintah dan penerapan good governance.

“Total pendapatan daerah Kota Bandar Lampung pada APBD Tahun Anggaran 2027 diproyeksikan mencapai Rp2,714 triliun, meningkat sekitar Rp55 miliar atau 2,10 persen dibandingkan APBD Tahun Anggaran 2026 yang sebesar Rp2,658 triliun,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ia menjelaskan pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,164 triliun, yang bersumber dari pajak daerah sebesar Rp975 miliar, retribusi daerah Rp49 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp15 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp124 miliar.

Sementara itu, pendapatan transfer diproyeksikan sebesar Rp1,550 triliun, yang berasal dari transfer pemerintah pusat sebesar Rp1,355 triliun dan transfer antar daerah sebesar Rp195 miliar.

“Untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan, Pemerintah Kota Bandar Lampung merencanakan belanja daerah sebesar Rp2,726 triliun. Anggaran tersebut mencakup belanja operasi, belanja modal, dan belanja tidak terduga,” jelasnya.

Sementara itu, di sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp126 miliar yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya serta penerimaan pinjaman daerah.

“Pengeluaran pembiayaan sebesar Rp115 miliar akan dialokasikan untuk penyertaan modal investasi daerah dan pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo,” ungkapnya.

Ia berharap, mudah-mudahan ini segera dirapatkan kembali karena memang 2027 sudah dekat dan insyaallah semua akan terealisasikan. Kita akan fokus mengejar pembangunan infrastruktur seperti jalan, drainase, beberapa puskesmas, dan sekolahan.

“Pemerintah Kota Bandar Lampung akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Perbaikan jalan dan sistem drainase menjadi salah satu fokus utama, disamping peningkatan fasilitas kesehatan melalui pembangunan maupun rehabilitasi puskesmas serta pengembangan sarana dan prasarana pendidikan,” katanya.

Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap pembahasan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 dapat berjalan lancar sehingga seluruh program prioritas yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(WB)

Pos terkait