Menteri PKP RI Apresiasi REI Mendukung Rumah Subsidi dan Pelestarian Lingkungan di Lampung

Menteri PKP RI Apresiasi REI Mendukung Rumah Subsidi dan Pelestarian Lingkungan di Lampung

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, Lampung Selatan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di dampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menghadiri kegiatan penanaman sejuta pohon dan penghitungan 5 HA, bersama Real Estat Indonesia (REI) di Taman Kehati, Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan Kamis (07/05/2026).

Menteri Perumahan dan Permukiman RI Maruarar Sirait, mendorong adanya kebijakan penanaman pohon pada setiap pembangunan rumah subsidi maupun rumah komersial oleh para pengembang perumahan.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian lingkungan sekaligus menciptakan kawasan hunian yang lebih sehat dan nyaman.

“Kalau saya bikin kebijakan setiap rumah komersial maupun subsidi harus ditanam di depannya oleh pengembang satu pohon, kira-kira REI setuju nggak?” Ujarnya.

Ia meminta rancangan kebijakan tersebut segera disiapkan agar dapat langsung diterapkan. Maruarar juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap program penghijauan agar tidak berhenti sebatas seremoni.

“Nanti dicek tiap bulan, tiap dua bulan, tiap tiga bulan. Jangan nanti acara selesai, tiga bulan lagi pohonnya sudah nggak ada,” tambahnya.

Menteri PKP RI Maruarar Sirait turut mengapresiasi REI yang dinilai aktif mendukung program pemerintah, termasuk memperjuangkan kemudahan akses rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Ia mengungkapkan, pemerintah bersama REI telah beberapa kali melakukan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kebijakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) agar masyarakat lebih mudah mendapatkan rumah subsidi.

“Sampai enam kali kita ke OJK baru berhasil supaya ekosistem perumahan makin kompak,” jelasnya.

Selain itu, Maruarar menyampaikan pemerintah terus mendorong Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto.

Khusus di Provinsi Lampung, pemerintah disebut meningkatkan program bedah rumah dari sekitar 3.000 unit pada tahun lalu menjadi 10.000 unit pada tahun ini.

“Ada juga rusun yang dibangun di sini dan kawasan kumuh di Lampung Barat yang diperbaiki,” ungkapnya.

Dalam sambutannya ia juga optimistis sektor perumahan akan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Lampung, termasuk membantu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Jangan sampai kebijakan beliau tidak jalan. Harus dicek di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menegaskan komitmen REI dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui gerakan penanaman pohon.

“Kita insya Allah akan mewariskan semua yang kita miliki kepada anak cucu kita. Dunia ini, bumi ini saat ini sudah climate change, berarti kita harus melakukan sesuatu,” kata Joko.

Ia menjelaskan, target penanaman satu juta pohon dihitung berdasarkan realisasi pembangunan rumah oleh anggota REI.

“Kami rata-rata realisasi 46 persen atau sekitar 120 ribu. Kalau kita kalikan dua maka 240 ribu, kalikan empat selama masa periode saya, berarti sekitar 960 ribu. Insya Allah itu akan tunai. Itu tanggung jawab kita,” lanjutnya.

Joko mengatakan, program penghijauan telah dilakukan REI dalam berbagai kegiatan organisasi, mulai dari penanaman pohon, pembangunan sumber mata air hingga pembangunan fasilitas ibadah.

“Yang hari ini, ulang tahun ke-54 di Lampung, salah satunya kita juga menanam di Taman KEHATI, ada monumen KEHATI dan juga sumber airnya,” katanya.

Ia memastikan komitmen penghijauan di lahan seluas lima hektare di kawasan tersebut akan terus dijaga dan dilanjutkan secara berkelanjutan. (WB)

Pos terkait