Dosen Rekayasa Kehutanan Mendampingi Edukasi Flora Sumatera bagi Siswa SMPN 26 Bandar Lampung
Bongkar Post, Lampung Selatan 23 April 2026 – Suasana Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera tampak lebih ramai dari biasanya. Sebanyak 244 siswa dari SMPN 26 Bandar Lampung hadir untuk mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan oleh tim dosen Program Studi Rekayasa Kehutanan ITERA bekerja sama dengan UPA Konservasi Flora Sumatera.
Mengusung semangat edukasi flora, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan tumbuhan asli Sumatera kepada generasi muda agar tumbuh kepedulian terhadap alam sejak usia dini. Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Arief Juniarto, Maeda Wahyuningrum, Vilda Puji Dini Anita, Yossi Dharma, Agung Yoga Pangestu, Rizki Kurnia Tohir, dan Septian Faris Al Amin.

Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan mengenai pentingnya keberadaan kebun raya bagi suatu wilayah. Dalam sesi yang dipandu oleh Yossi Dharma dan Maeda Wahyuningrum, para siswa memperoleh gambaran umum tentang fungsi Kebun Raya ITERA sebagai pusat konservasi ex-situ yang berperan dalam melindungi berbagai jenis tumbuhan, khususnya yang mulai langka di habitat alaminya. Melalui penjelasan ini, siswa diajak memahami bahwa tumbuhan bukan sekadar elemen penghijauan, melainkan komponen penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, penghasil oksigen, serta sumber ilmu pengetahuan yang bernilai bagi masa depan.
Agar pembelajaran lebih interaktif dan berkesan, siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga diajak berkeliling ke beberapa pos edukasi yang telah disiapkan. Pada Pos Kantong Semar (Nepenthes), kegiatan dipandu oleh Vilda Puji Dini Anita dan Oktarina Maulidia. Di pos ini, siswa dikenalkan pada salah satu tumbuhan unik yang memiliki mekanisme khusus dalam memperoleh nutrisi. Bentuk kantong yang khas berfungsi sebagai perangkap serangga, suatu adaptasi terhadap kondisi habitat yang miskin unsur hara. Selain itu, siswa juga memperoleh pemahaman mengenai ancaman kepunahan yang dihadapi spesies ini akibat perburuan liar dan kerusakan hutan.
Selanjutnya, pada Pos Praktik Perbanyakan Tumbuhan (stek), siswa diajak untuk mempraktikkan teknik perbanyakan vegetatif buatan. Bersama Arief Juniarto, mereka melakukan praktik stek menggunakan tanaman pacar air. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bahwa menanam dapat dilakukan dengan cara sederhana tanpa harus menunggu benih. Melalui praktik ini, diharapkan tumbuh motivasi bagi siswa untuk mulai melakukan penghijauan dari lingkungan terdekat.
Pada Pos Anggrek, siswa diperkenalkan pada kekayaan anggrek Sumatera yang memiliki nilai estetika tinggi sekaligus nilai konservasi. Materi yang disampaikan mencakup siklus hidup, teknik perbanyakan, serta cara perawatan anggrek agar dapat tumbuh optimal. Penekanan diberikan pada pentingnya ketelatenan dan kepedulian dalam merawat makhluk hidup sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan.
Kegiatan PkM ini diharapkan tidak hanya menjadi kunjungan edukatif semata, tetapi juga menjadi pemantik kesadaran ekologis bagi siswa SMPN 26 Bandar Lampung. Perwakilan tim dosen Rekayasa Kehutanan ITERA menyampaikan bahwa edukasi flora sejak dini merupakan investasi jangka panjang dalam upaya pelestarian lingkungan. Dengan mengenal berbagai jenis tumbuhan dan memahami cara merawatnya, siswa diharapkan memiliki keterikatan emosional dengan alam sehingga lebih bijak dalam bersikap terhadap lingkungan di masa mendatang.
Para siswa membawa pulang tidak hanya pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga wawasan baru tentang pentingnya menjaga kekayaan hayati yang dimiliki Pulau Sumatera.
Biodata Penulis
Nama Lengkap : Agung Yoga Pangestu
Alamat Email : agung.pangestu@rh.itera.ac.id
Afiliasi : Dosen Program Studi Rekayasa Kehutanan, Institut Teknologi Sumatera







