Bongkarpost.co.id
Lampung Selatan,
Dengan mengusung tema “Rektor BIJAK”, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), mulai menggelar tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) untuk masa jabatan 2026 – 2030. Hal itu diketahui saat Konferensi Pers Pemilihan Rektor ITERA 2026 – 2030, digelar di Gedung Aula lt.4 Gedung Kuliah Umum 2, pada Rabu (14/1/2026). Hadir pula Rektor Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryanta, yang akan habis masa jabatannya pada 30 Juni 2026 mendatang.
Dr. Sunarsih, M.A. Ketua Senat ITERA mengatakan, Pemilihan Rektor ITERA bukan sekadar proses pergantian kepemimpinan, melainkan sebuah amanah institusional yang harus dijalankan secara sahih, transparan, dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, kata dia, seluruh tahapan pemilihan berlandaskan pada dasar hukum yang kuat, yaitu : Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri; Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 21 Tahun 2018 sebagai perubahan atas peraturan sebelumnya; serta Peraturan Senat Institut Teknologi Sumatera Nomor 3 Tahun 2026 tentang Tata Cara Pemilihan Rektor Itera.
“Dengan landasan regulasi tersebut, Senat Itera memastikan bahwa seluruh proses pemilihan rektor dilaksanakan secara akuntabel, demokratis, dan menjunjung tinggi etika akademik,” ujarnya.
Lanjutnya, Rektor yang akan memimpin Itera pada periode 2026–2030 diharapkan tidak hanya memiliki kapasitas manajerial dan akademik yang mumpuni, tetapi juga mengusung nilai-nilai luhur Itera sebagaimana termuat dalam Pasal 8 Permendiktisaintek Nomor 35 Tahun 2025 tentang Statuta Institut Teknologi Sumatera, serta nilai-nilai perjuangan yang hidup dalam lirik Mars Itera.
Dengan mengusung tema “Rektor BIJAK” dalam Pilrek Itera kali ini, ternyata ada spirit yang terkandung didalamnya. Yakni BIJAK, yaitu :
Berani dalam mengambil keputusan strategis (mitigasi program dari perencanaan hingga risiko).
Integritas dalam setiap tindakan dan kebijakan, (menjadi teladan bagi yang dipimpin)
Jujur dalam kepemimpinan dan tata kelola, (honesty is the best policy, modal sosial paling utama mengelola SDM remaja – 32 tahun, sosok parent bijak yang dapat membina SDM secara harmonis baik sosial maupun aturan)
Amanah dalam mengemban kepercayaan institusi dan negara, (banyak program atau target kinerja yang bersifat top-down dari negara yang harus dilaksanakan di tingkat perguruan tinggi, juga menjaga amanah masyarakat terutama orang tua yanh menitipkan anaknya dididik oleh Itera), dan
Kreatif dalam menjawab tantangan dan peluang masa depan (AI, VUCA volatility uncertainty complexity ambiguity, tanggap merespon perubahan pesat).
“Spirit BIJAK inilah yang diharapkan menjadi jiwa kepemimpinan Itera ke depan,” ucap Sunarsih.
Kemudian, para bakal calon Rektor juga diharapkan menjadikan Rencana Induk Pengembangan (Renip) Itera 25 Tahun dan Rencana Strategis (Renstra) Itera Lima Tahun ke Depan sebagai rujukan utama dalam merumuskan visi, misi, dan program kerja, agar kesinambungan pembangunan institusi tetap terjaga dan terarah.
Pada kesempatan itu, Ketua Senat ITERA ini menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh Rektor terdahulu, serta Rektor yang saat ini menjabat, beserta jajaran dan gerbong yang diangkut, yang telah meletakkan dasar, melanjutkan, dan mengembangkan Itera dari berbagai aspek: akademik, sarana dan prasarana, kerja sama, tata kelola, kesejahteraan sivitas akademika, serta penguatan reputasi institusi.
Bahkan, berbagai capaian membanggakan telah diraih. Pada tahun ini, Institut Teknologi Sumatera berhasil memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi dengan predikat “Baik Sekali”, dan seluruh fakultas telah memiliki program studi berpredikat Unggul.
Selain itu, prestasi mahasiswa Itera di tingkat nasional menunjukkan daya saing yang harus diperhitungkan, terbukti dengan capaian peringkat ke-6 pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), setelah ITS dan sebelum ITB.
Capaian ini harus menjadi acuan paling minimal bagi pemimpin selanjutnya untuk mempertahankan prestasi, bahkan meningkatkannya. Capaian ini juga menegaskan bahwa sumber daya manusia Itera memiliki potensi yang berdaya saing dan berdaya guna, serta siap membawa Itera melangkah lebih jauh di tingkat nasional maupun global.
Sesuai dengan peraturan yang berlaku, Pemilihan Rektor Itera dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu: Penjaringan, Penyaringan, Pemilihan, dan Penetapan, serta Pelantikan.
Senat Itera juga mengundang para akademisi yang memenuhi persyaratan, memiliki rekam jejak kepemimpinan yang baik, serta berjiwa BIJAK, untuk berpartisipasi dan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Institut Teknologi Sumatera Periode 2026–2030.
“Semoga proses ini menghasilkan pemimpin terbaik bagi Itera, yang mampu menjaga marwah akademik, memperkuat institusi, serta membawa Itera menuju masa depan gemilang, terutama dalam mengelola segala potensi di Pulau Sumatera,” pungkas Sunarsih.
Adapun Pilrek ITERA 2026 – 2030, dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu Penjaringan bakal calon, Penyaringan calon, Pemilihan calon, serta Penetapan dan Pelantikan pada Mei 2026.
Untuk menjadi Rektor ITERA harus memperoleh dukungan 65 persen suara Senat (17 anggota) dan 35 persen suara Kementerian Dikti. Lantas bagaimana dengan keterwakilan suara ribuan Mahasiswa/i Itera ?
Ketua Senat Sunarsih mengatakan, “Akan ada penjaringan aspirasi dari para mahasiswa melalui pertemuan dengan para civitas akademika, dimana nantinya suara mahasiswa akan diserap,”.
Sementara Rektor Nyoman mengatakan, “Nanti pada saat pemaparan visi dan misi, yang jadi panelisnya adalah dari mahasiswa, yang diharapkan bisa membawa aspirasi mahasiswa guna kemajuan ITERA ke depan,”. (tk)
Tahapan Pemilihan Rektor Itera 2026-2030
Pengumuman (Press Conference)
14 Jan 2026
Pendaftaran Balon 14 Jan – 14 Feb 2026
Seleksi Administrasi 15 Feb – 31 Mar 026
Pengumuman Hasil Penjaringan 6 April 2026
Penyaringan (penyampaian visi, misi dan proker) 20 April 2026
Pemilihan 21 April 2026
Penetapan Mei 2026







