Mahasiswa UIN RIL Asah Menulis Opini dan Berita Berbasis AI di JMSI Lampung

Mahasiswa UIN RIL Asah Menulis Opini dan Berita Berbasis AI di JMSI Lampung

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post, LAMPUNG – Lima mahasiswa Program Penguatan Kompetensi Lulusan (PKL) Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mengikuti pelatihan penulisan opini publik dan berita berbasis Artificial Intelligence (AI) di Kantor Sekretariat Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar setelah para mahasiswa melaksanakan program Jumat Bersih. Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi AI sebagai alat bantu dalam proses penulisan, khususnya bagi mahasiswa yang berkecimpung dalam bidang komunikasi dan jurnalistik.

Dalam pelatihan tersebut, Wakil Sekretaris Pengda JMSI Lampung, Junaidi Ismail, menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk membantu penulis dalam mengembangkan ide, menyusun kerangka tulisan, merangkum data, hingga memperbaiki struktur kalimat.
“Penulisan opini publik yang dibantu oleh AI merupakan pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai alat bantu (tools) untuk merumuskan ide, menyusun kerangka tulisan, merangkum data, atau memperbaiki kalimat. Namun, orisinalitas argumen, sudut pandang etis, dan pengalaman nyata tetap harus berasal dari penulis manusia,” ujar Junaidi.

Ia menegaskan bahwa penggunaan AI dalam dunia penulisan dan jurnalistik harus tetap diiringi dengan kemampuan berpikir kritis, verifikasi informasi, serta tanggung jawab terhadap kebenaran informasi yang disampaikan.

Salah satu peserta pelatihan, Saffanatuz Zahidah, mengatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi mahasiswa komunikasi yang dekat dengan dunia penulisan dan perkembangan teknologi digital.

“Pelatihan menulis opini publik dan membuat berita berbasis AI ini sangat diperlukan karena mahasiswa komunikasi tentunya dekat dengan dunia penulisan. AI saat ini sangat membantu pekerjaan sebagai alat bantu dalam pembuatan berita. Materi yang disampaikan juga mudah dipahami dan dapat dipraktikkan secara langsung,” ungkapnya.

Peserta lainnya, Yuriqen Raesyah Ramadanisa, menilai penggunaan AI dalam penulisan menjadi pengalaman menarik karena membantu menyusun tulisan lebih terstruktur, namun tetap membutuhkan sikap kritis dari penulis.

“Belajar menulis opini dan berita dengan bantuan AI merupakan pengalaman yang menarik karena tulisan dapat tersusun lebih terstruktur. Namun, penulis tetap harus kritis agar hasil tulisan akurat dan sesuai dengan pemikiran sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Anis Luthfiah Rahayu menyampaikan bahwa AI membantu dirinya dalam mengembangkan ide menjadi tulisan yang lebih runtut dan jelas. Menurutnya, hasil dari AI tetap harus dipahami, disesuaikan, serta diperiksa kembali agar sesuai dengan fakta dan gagasan penulis.

Hal senada disampaikan Sabila Fitri Eall-Yaza. Ia menilai teknologi AI memberikan kemudahan bagi jurnalis, tetapi tidak boleh menggantikan prinsip dasar jurnalistik seperti akurasi, objektivitas, dan tanggung jawab.

“Ketelitian tetap menjadi kunci utama dalam profesi jurnalistik. Informasi yang dihasilkan AI harus disaring dan diverifikasi agar tetap sesuai dengan fakta di lapangan,” katanya.

Peserta lainnya, Safna Agustriana, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam menyusun dan memperbaiki kalimat berdasarkan ide yang telah dimiliki penulis.

Kegiatan pelatihan berlangsung secara interaktif dengan suasana santai sehingga materi yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh peserta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak tanpa menghilangkan kreativitas, etika, dan nilai-nilai dasar jurnalistik. (*)

Pos terkait