Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla, Edukasi Masyarakat Digelar di Gelumbang
Muara Enim, Bongkarpost.co.id – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat. Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI melaksanakan kunjungan kerja sekaligus penyuluhan, sosialisasi dan edukasi pencegahan Karhutla di wilayah Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Koramil 404-01/Gelumbang, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan mendapat antusiasme dari unsur pemerintahan serta masyarakat yang hadir.
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang melaksanakan kegiatan dipimpin Brigjen TNI Edi Rohmatulah, bersama Kolonel Inf Hendra Saputra, Kolonel Mar Bonifacius Andi Wisata, Kolonel Kal Mirza Anggoro, Kolonel Lek Anggoro Budy Mulya, Kolonel Laut Surieidiyanto, Kolonel Inf Zusnan Hadi, Letkol Laut drg. Fauzi, dan Mayor Inf Feber Irwanda.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kodim 0404/Muara Enim Lekkol Kav Sahid Winagiri yang diwakili Danramil 404-01/Gelumbang Kapten Inf Sutrisno, Camat Gelumbang Chandra Firmansyah, S.E., M.Si., Lurah Gelumbang Edward, para Babinsa, Linmas, pengurus RT/RW serta masyarakat setempat.
Dalam keterangannya kepada awak media, Brigjen TNI Edi Rohmatulah didampingi Danramil 404-01/Gelumbang Kapten Inf Sutrisno, Camat Gelumbang Chandra Firmansyah, Ipda Agus Wijaya dan KUA Joko Nur Sidiq, S.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan dini Karhutla.
Menurutnya, penyuluhan difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat agar mampu melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini, khususnya di wilayah binaan Koramil 404-01/Gelumbang dan wilayah Kecamatan Gelumbang.
“Ini merupakan penyuluhan, sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan serta penanganan dini kebakaran hutan dan lahan. Kita ingin masyarakat memahami bahwa pencegahan harus dilakukan sejak awal, bukan menunggu setelah kebakaran terjadi,” ujar Brigjen TNI Edi Rohmatulah.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah percepatan penanganan dan penanggulangan Karhutla sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia. Tim Mabes TNI, kata dia, melaksanakan kegiatan di sejumlah wilayah kabupaten dan kota dengan fokus utama pada upaya pencegahan.
Brigjen TNI Edi Rohmatulah menegaskan bahwa persoalan Karhutla tidak dapat ditangani hanya oleh satu institusi. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, terutama masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan kebakaran.
“Menjaga lingkungan hidup dan mencegah terjadinya kebakaran hutan merupakan tugas kita bersama. Kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan. Apabila menemukan potensi ataupun kejadian kebakaran, segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait agar dapat ditangani secara cepat dan tidak meluas,” tegasnya.
Menurutnya, kecepatan informasi dan koordinasi menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan Karhutla. Semakin dini suatu titik api diketahui dan dilaporkan, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas.
Sementara itu, Dandim 0404/Muara Enim Letkol Kav Sahid Winagiri melalui Danramil 404-01/Gelumbang Kapten Inf Sutrisno menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan penyuluhan Karhutla yang digelar Mabes TNI di wilayah Kecamatan Gelumbang.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla, tetapi juga memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan penyuluhan, sosialisasi dan edukasi yang dilaksanakan Tim Mabes TNI. Ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, khususnya dalam mencegah terjadinya Karhutla,” ujar Kapten Inf Sutrisno menyampaikan pesan Dandim.
Ia menegaskan, pencegahan Karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama. TNI melalui jajaran kewilayahan akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, perangkat desa/kelurahan hingga masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan secara dini.
“Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Setiap potensi kebakaran harus segera diantisipasi, dilaporkan dan ditangani. Kecepatan informasi, koordinasi dan tindakan di lapangan menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas,” tegasnya.
Kapten Inf Sutrisno juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan Karhutla, untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga lingkungan bersama. TNI siap bersinergi dengan seluruh stakeholder dan masyarakat untuk mencegah serta menanggulangi Karhutla,” pungkasnya.(Td)







