Bongkarpost.co.id (Lampung Selatan) – Harga sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Merbau Mataram melalui supplier CV. Ansoluna diduga melebihi harga umum pasaran setempat.
Pasalnya, setiap KPM di kecamatan setempat belanja sembako di E-Warong dengan enam jenis sembako seperti, 10 kg beras biasa (non premium), 1kg daging ayam prozen, 1 kg telur ayam, 1/2 kg buah jeruk kecil, 1/4 kacang hijau, 1 kg sayuran ( labu siam, Wortel dan kentang) dengan harga Rp 200.000.
Padahal, ke- Enam jenis sembako yang diterima oleh KPM dari Supplier CV. Ansoluna melalui e-warong bila dihitung dengan harga umum pasaran setempat. Seperti, 10 kg beras non premium Rp. 86.000, 1 kg telur ayam Rp. 26.500, 1 kg daging ayam prozen Rp. 27.000, 1/2 kg jeruk kecil Rp. 8000, 1/4 kg kacang hijau Rp 7500, 1 kg sayuran (1/2 kg labu siam Rp. 4000, 1/4 kg wortel Rp. 3000 dan 1/4 kg kentang Rp. 3000). Bila di kalkulasi, enam jenis sembako yang di terima oleh KPM hanya sekitar Rp. 165.000.
Bila dihitung dari pembelian KPM ke E-warong sebesar Rp. 200.000 sementara harga pasaran grosir enam jenis sembako sekitar Rp. 165.000. Seharusnya setiap KPM di Kecamatan setempat menerima sisa harga belanja sekitar Rp. 35.000. Namun, setiap KPM tidak menerima pengembalian sisa harga dari enam jenis sembako tersebut.
Dapat dibayangkan, untuk penyaluran sembako BPNT periode Bulan September 2022 sebanyak 13 Desa terdapat sekitar 3951 KPM di Kecamatan setempat yang membeli sembako melalui Supplier CV. Ansoluna. Belum lagi terdata untuk penyaluran bulan Agustus 2022 melalui pencairan Bri Link di masing masing e-warong di Kecamatan setempat.
Pertanyaannya, kemana dan digunakan untuk apa sisa harga belanja KPM setiap salur sembako BPNT. Sementara, CV. Ansoluna menjadi Supplier sembako BPNT di Kecamatan Merbau Mataram sejak tahun 2020.
Salah satu KPM warga Desa Lebung Sari kepada bongkar Post menjelaskan, enam jenis sembako dengan bobot timbangan yang ia terima selalu sama di setiap penyaluran periode sebelumnya.
“Sudah lama Pak, uda dua tahun ini terima jenis sembako seperti itu dan berat timbangan juga selalu seperti itu. Hanya yg berubah jenis buahnya aja, kadang buah per, tapi hari ini buahnya jeruk,” jelasnya sambil minta namanya dirahasiakan, Kamis, (15/9/2022) lalu.
“Kalau kata pengurus E-warongnya, beras 10kg, ayam uda beku es 1kg, telur ayam 1kg, buah jeruk 1/2kg, kacang hijau 1/4kg, sayuran 1kg dibungkus pelastik isinya labu siam, kentang, wortel. Ya itu uang Rp. 200 ribu dapetnya itu. Lebih mahal dari harga pasar lah pak,” imbuhnya.
Sementara, Supplier CV. Ansoluna, yang biasa disapa bu Dian saat di konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp dengan nomor ponsel 0821 7505 8××× hingga kini tidak merespon.
(Fir)







