Lapas Muara Enim Sulap Lahan Produktif, Pepaya California Jadi Pilar Ketahanan Pangan
Bongkar Post, Muara Enim – Ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari lahan yang luas. Dari ruang yang tersedia, jika dikelola dengan konsisten dan produktif, dapat tumbuh manfaat yang jauh lebih besar. Semangat inilah yang terus dibangun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Enim melalui pemanfaatan lahan untuk pengembangan sektor pertanian.
Terbaru, jajaran pegawai Lapas Muara Enim melaksanakan penanaman bibit pepaya California, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah konkret dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia sekaligus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan.
Pemilihan pepaya California bukan tanpa alasan. Selain relatif mudah dibudidayakan, tanaman ini memiliki nilai ekonomis dan potensi produksi yang baik apabila dikelola melalui perawatan yang tepat dan berkelanjutan.
Tak sekadar menanam, jajaran pegawai Lapas Muara Enim terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan lahan, penanaman bibit hingga perawatan tanaman. Keterlibatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat ketahanan pangan dibangun melalui kerja nyata, kedisiplinan dan kepedulian bersama.
“Penanaman pepaya California ini merupakan salah satu bentuk dukungan nyata jajaran Lapas Muara Enim terhadap program ketahanan pangan. Kami berharap tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan nantinya memberikan hasil yang bermanfaat,” ungkap pihak Lapas Muara Enim.
Lebih dari sekadar menghasilkan komoditas pertanian, pemanfaatan lahan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang produktif, kepedulian terhadap lingkungan serta semangat kebersamaan di lingkungan Lapas.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa lahan yang tersedia dapat diubah menjadi ruang produktif yang memiliki nilai manfaat, baik dari sisi ekonomi, lingkungan maupun pembinaan budaya kerja.
Lapas Muara Enim berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai potensi pertanian dan perkebunan secara bertahap dan berkelanjutan. Setiap bibit yang ditanam diharapkan tidak hanya tumbuh menjadi tanaman, tetapi juga menjadi simbol konsistensi dalam membangun kemandirian dan ketahanan pangan.
Dari lahan yang sederhana, tumbuh ikhtiar besar.
Dari satu bibit, ditanam harapan untuk kemandirian pangan.
Hari ini menanam, esok memetik manfaat.







