Kunjungan Wamenkes dan Wamendagri RI, Lampung Masuk 11 Provinsi Prioritas Penanganan TB
Bongkar Post, Bandar Lampung
Wakil Menteri Kesehatan dr.Benjamin Paulus Octavianus menyebut Lampung masuk dalam 11 provinsi prioritas percepatan penanggulangan tuberkulosis (TB) di Indonesia. Dalam kunjungan kerja di Aula Semergou, Kantor Pemkot Bandar Lampung, Selasa (14/04/2026).

Dalam kunjungannya ke Bandar Lampung, dr.Benjamin Paulus Octavianus didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol (Purn) Dr.Akhmad Wiyagus.
Keduanya disambut Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana beserta jajaran Forkopimda.
Dalam pemaparannya, Wamenkes menyebut Lampung masuk dalam 11 provinsi penanganan prioritas TBC.
“Lampung masuk ke dalam 11 provinsi penanganan prioritas TB,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan tuberkulosis di Indonesia tidak bisa dilakukan hanya dari sektor kesehatan semata.
Dibutuhkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga agar upaya penanggulangan penyakit ini berjalan efektif.
Ia menyebut peran sejumlah kementerian seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, hingga Kementerian Ketenagakerjaan sangat penting dalam mendukung penanganan TB.
Menurutnya, perbaikan kondisi lingkungan, termasuk hunian masyarakat, menjadi faktor krusial selain pengobatan pasien.
“Tidak bisa hanya mengobati pasien TB tanpa memperbaiki rumahnya. Semua sektor ini saling berkaitan,” ujarnya.
Ia juga memaparkan data perkembangan kasus TB di Indonesia.
“Pada tahun 2020, jumlah kasus TB diperkirakan mencapai 824 ribu, namun yang berhasil ditemukan baru sekitar setengahnya. Berkat kerja bersama berbagai pihak, capaian notifikasi kasus terus meningkat,” ujarnya.
Khusus di Lampung, penemuan kasus bahkan sudah mendekati target nasional, yakni mencapai 98 persen notifikasi.
Sementara pada tahun 2025, dari estimasi 1.090.000 kasus TB di Indonesia, sebanyak 867.000 kasus telah ditemukan.
Benjamin pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam upaya penanggulangan TB, termasuk di daerah.
Ia mengungkapkan bahwa penanganan TB tidak cukup hanya melalui pendekatan medis, tetapi harus melibatkan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga kementerian terkait.
“Penanganan TBC tidak bisa hanya dari sektor kesehatan. Harus melibatkan kementerian lain seperti dalam negeri, desa, hingga tenaga kerja. Semua saling berkaitan,” ujarnya.
Berdasarkan data tahun 2025, jumlah kasus TB yang ditemukan di Lampung mencapai 20.375 kasus.
Dari angka tersebut, kebutuhan paket pelacakan kontak (contact tracing) diperkirakan mencapai 1.019 paket.
Sementara di Kota Bandar Lampung tercatat sebanyak 4.301 kasus TB, dengan kebutuhan sekitar 215 paket contact tracing.
Perhitungan ini menggunakan formula standar nasional, yakni setiap 100 kasus membutuhkan 5 paket pelacakan kontak guna mengidentifikasi dan memutus rantai penularan di masyarakat.
Ada 11 provinsi prioritas percepatan penanggulangan TB di Indonesia.
Wilayah prioritas ini didominasi provinsi di Pulau Jawa, sebagian Sumatera, serta beberapa daerah di Sulawesi dan Nusa Tenggara.
Penetapan ini bertujuan untuk memfokuskan alokasi sumber daya, logistik, serta intervensi program agar lebih intensif dan tepat sasaran.
“Secara nasional, jumlah kasus TB pada 2025 diperkirakan mencapai 1.090.000 kasus, dengan sekitar 867 ribu kasus berhasil ditemukan,” ujar Wamenkes.
“Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2020 yang hanya menemukan sekitar setengah dari estimasi 824 ribu kasus,” sambungnya.
Selain TB, pemerintah juga menyoroti penanganan stunting dan gizi buruk sebagai bagian dari delapan program unggulan nasional di sektor kesehatan.
Menurut Wamenkes, upaya ini sangat penting untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan kompetitif menuju target Indonesia sebagai negara maju pada 2045.
“Kalau kita ingin menjadi negara maju di 2045, SDM harus sehat dan berkualitas. Stunting dan gizi buruk harus kita atasi dari sekarang,” tegasnya.
Ia juga menyinggung posisi Indonesia yang saat ini berada di peringkat ke-16 ekonomi dunia dan tergabung dalam forum G20, dengan proyeksi masuk 6-7 besar dunia pada 2045.
Pemerintah pusat, kata Wamenkes, akan terus memperkuat dukungan kepada daerah, terutama dalam penyediaan anggaran, alat kesehatan, serta peningkatan kapasitas tenaga di lapangan.
“Kami siapkan anggaran, alat, dan dukungan penuh. Tapi yang paling penting adalah kerja bersama sampai ke tingkat kader,” katanya.
Kunjungan Wamenkes menjadi bagian dari upaya percepatan eliminasi TB serta penurunan angka stunting di Lampung, sekaligus memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam pembangunan kesehatan nasional.(WB/Jimy)







