Krisis Air Bersih, Kampung Tri Makmur Jaya Bangun 11 Titik Sumur Bor

  • Whatsapp

Tulangbawang, BP
Guna menanggulangi krisis air bersih saat musim kemarau tiba, Kampung Tri Makmur Jaya, Kecamatan Menggala Timur sejak tahun 2016 sudah membangun 11 titik sumur bor. Dimana sumur bor tersebut dibangun menggunakan alokasi dana desa. Sejak 2016 lalu sudah terealisasi 11 titik sumur bor, di tahun 2019 dibangun 2 titik sumur bor dengan pagu anggaran sebesar Rp24.106.000 per titiknya.

Dikatakan Jajak Sujana, kepala kampung setempat, tujuan dibangunnya 11 titik sumur bor ini adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mengantisipasi krisis air bersih pada saat musim kemarau tiba seperti saat ini.

Bacaan Lainnya

“Sejak tahun 2016 silam saya bersama masyarakat Kampung Tri Makmur Jaya, setiap tahunnya melakukan pembangunan sumur bor di RT atau RW yang memang rawan kekeringan saat kemarau melanda,” terang Jajak Sujana.

Program sumur bor ini tentunya sudah melalui musyawarah pada saat muskam dimana masyarakat setempat dan para elemen masyarakat ikut terlibat dalam penyerapan aspirasi masyarakat dimana program pembangunan lebih mengedepankan skala prioritas sesuai dengan kebutuhan yang sifatnya urjen.

“Dulunya sebelum ada dana alokasi dana desa, saya sempat berpikir keras bagaimana caranya memenuhi kebutuhan air bersih sementara keterbatasan dana pemerintah daerah saat itu, namun setelah dikucurkannya dana ADD masyarakat sudah dapat menikmati air bersih tanpa harus menggali sumur di pinggir sungai atau hulu sungai guna mendapatkan air bersih,” tegasnya.

Ke depannya, tahun anggaran 2020 Kampung Tri Makmur Jaya, tinggal membangun ekonominya lagi melalui program dana ADD.
Jajak menilai untuk kebutuhan masyarakat terkait infrastrutur sudah cukup seperti balai kampung, gedung serbaguna (GSG), kantor posyandu. Kemudian lapangan sepak bola sudah terbangun sesuai dengan kebutuhan dan peruntukan.

“Saya berharap kedepannya masyarakat lebih cerdas dalam berperan dalam pengalokasian dana ADD mendatang, ada inovasi baik di bidang industri rumahan atau pengembangan potensi potensi kampung yang memang belum dikembangkan, sehingga tujuan realisasi program dana desa atau ADD sejalan dengan nawacita Presiden Joko Widodo, masyarakat selangkah lebih maju dalam mengembangkan usaha kecil di rumah – rumah masyarakat,” bebernya. (ris)

F

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *