Kenangan Ramadan Saat Bersama Teman dari Iran

Opini

 

Bacaan Lainnya

Kenangan Ramadan Saat Bersama Teman dari Iran

 

Oleh: Hengki (Pebisnis, Pengamat Sosial dan Budaya asal Lampung)

 

Aturan di dalam sebuah negeri yang tidak adil, hanya ada dan berlaku pada pria yang mau dikandangi atau mau dijadikan tumbal saja.

Kuburan adalah tempat terkaya di dunia, karena disanalah terkubur semua ide, bakat & mimpi yang tidak pernah dilaksanakan karena terlalu takut.

Dalam perspektif setan, kebaikan adalah dosa. Para mafia bertahan bukan karena keras atau karena kekuasan, tapi mereka bertahan karena cerdas.

Manipulasi itu selalu ada, apalagi dalam dunia politik, namun ia tidak akan pernah selamat dihadapan seorang pengamat jiwa.

Saya lebih memilih kebebasan yang disertai resiko, daripada kenyamanan yang disertai tekanan batin. Kita diciptakan Tuhan untuk bebas, lalu kenapa kita mau dibuat merasa bersalah karena berpikir berbeda. Dan mereka menyebutnya itu pendidikan adab.

Adab memang perlu, tapi kalau kamu hanya diajarkan hanya soal tunduk & patuh tanpa ruang berpikir, itu bukan adab, tapi feodalisme yang dibungkus rapi dengan rasa hormat. Ketika pendidikan membatasi imajinasimu, itu disebut indoktrinasi.

Di lingkungan para pelanggar, orang tertib adalah penjahatnya & harus siap menjadi tumbal. Pertanyaan yang membuat manusia ingin merasa terlihat pintar, hanya karena ia membingungkan dirinya sendiri.

Bagi seorang pria, apalagi seorang ayah kesalahan dalam strategi itu harganya terlalu mahal. Banyak orang yang gagal atau ada juga yang sudah berhasil tapi akhirnya jatuh di jalan, karena ia hanya jadi pemain yang rajin di dalam sistem permainan yang salah. Pria lemah selalu menyalahkan orang lain, pria disiplin menyalahkan tidurnya, pola makannya, fokusnya & keterampilannya..”, perbedaan jelas sangat besar.

Manusia tidak dilahirkan dengan rasa takut, melainkan rasa takut itu diajarkan oleh orang tua dan lingkungan di sekitarnya.

Allah SWT berfirman: Barangsiapa yg menyerangmu, maka seranglah ia, sebagaimana ia menyerangmu.( Al-Quran Al-Baqarah 2 ; 194).

Manusia suka mempertanyakan hal-hal di luar dirinya, karena terlalu takut mempertanyakan hal-hal di dalam dirinya. Manusia akan kesulitan mencari keselamatan, ketika yang menjadi tolak ukurnya adalah siapa yang menyampaikan bukan apa yang di sampaikan. Dalam sebuah pertempuran,  terlalu lama dalam mode bertahan & terlalu waspada membuat tubuh lelah.

Janganlah dengan mudah Anda mengkafir-kafirkan orang yang berbeda paham dengan anda dalam urusan soal pilihan dalam beragama.

Sudah berada di jalan yang benarkan Anda, atau malah Anda berjalan di jalan musuh-musuh Allah & Nabi-Nya.

 

Firman Allah SWT:

Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui,.. karena semua itu akan diminta pertanggung jawabannya (Al-Quran Al-Isra 17; 36)

Ada yabg bertanya : “Tapi ulama, ustad atau guru si “anu itu” banyak sekali pengikutnya bang hengki ?”

Banyak pengikut bukan jaminan seseorang itu berada di jalan kebenaran.

Sejarah mengatakan para Nabiyullah sedikit sekali pengikutnya, kebanyakan menentang.

Allah pun di banyak tempat dalam Al-Quran berfirman: kebanyakan manusia tidak bersukur, kebanyakan manusia tidak mengetahui, kebanyakan manusia tidak mau mengambil pelajaran dan lain-lain.

Dalam urusan agama, “banyak pengikut suatu pengajian dan sebagainya” bukan menjadi ukuran kebenaran.

 

Firman Allah SWT:

Jika kamu mengikuti kebanyakan orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka… (Al-Quran Al-An’am 6; 116 ).

Urusan di alam dunia ini, apa yang membuat permainan begitu bisa berbahaya? Bukan aturannya atau sistemnya, melainkan orang-orang yang ikut berpikir ada di dalam permainannya.

Salam sehat selalu untuk semuanya di manapun berada. (*)

Pos terkait