JKEL Sorot Penyegelan Lahan PT SIL, Almuhery: Pastikan Semua Kerugian Dapat Ganti Untung
Lampung, Bongkarpost.co.id –
Penyegelan terhadap sebagian area perkebunan PT Sweet Indo Lampung (SIL) di Kampung Bawang Latak, Menggala Kabupaten Tulang Bawang oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung mendapat sorotan tajam dari aktivis Jaring Kelola Ekosistem Lampung (JKEL).
Ketua JKEL, Almuhery Ali Paksi mengatakan, kecelakaan yang diduga karena asap dari kebakaran PT SIL, harus dihitung seluruh kerugian korban.
“DLH jangan hanya segel, jangan-jangan setelah berunding di hotel segel dibuka, korban laka lantas pastikan kerugian baik nyawa, luka-luka/cacat tetap dan kerusakan kendaraan pastikan mendapatkan ganti untung, jangan ganti rugi,” kata Almuhery.
Tambahnya, terkait kerugian lingkungan, juga harus dihitung, baik untuk masyarakat sekitar maupun untuk negara dan Lampung.
“Kebengalan group SGC ini terus berulang, tanpa memperdulikan bahwa ada kehidupan lain selain perkebunan tebu tersebut,” kata Almuhery.
Menurutnya, inilah yang harus dipertegas oleh Pemerintah Provinsi Lampung untuk memastikan bahwa pembakaran tebu/lahan (karhutla) yang diduga disengaja, jangan sampai terulang kembali.
“Bila publik tidak mendapatkan informasi yang jelas, JKEL akan meluruskan perilaku zolim SGC ini ke Menteri Jumhur hingga ke Presiden Prabowo,” tegas Almuhery. (tk/*)






