Isu Setoran Proyek Mencuat, Pejabat Disdik Bandar Lampung Bungkam

Bandar Lampung, BP

Tampaknya sudah menjadi tradisi di kalangan rekanan proyek soal ‘uang setoran’. Salah satunya seperti di Dinas Pendidikan Bandar Lampung. Tak ada setoran, proyek pun tak dapat.

Bacaan Lainnya

Namun sayangnya, pejabat di Dinas terkait memilih bungkam, enggan mengklarifikasi persoalan ini.

Sumber media menyebut, di Dinas Pendidikan Bandar Lampung, setoran mencapai 20 persen. Mirisnya, meskipun sudah menyetor 20 persen, dana APBD yang digunakan untuk pekerjaan tersebut, tidak ada.

Diantaranya, proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN 1 Karang Maritim, yang bersumber dari APBD tahun 2021. Namun baru pada akhir Desember 2022, pekerjaan tersebut berusaha dirampungkan.

Menurut sumber, proyek RKB di SDN 1 Karang Maritim yang sempat nyangklak itu, juga melalui mekanisme setoran 20 persen kepada BC, oknum Kabid Gedung Disdik Bandar Lampung, saat proyek berjalan di tahun anggaran 2021. Mirisnya, proyek tidak berjalan lantaran rekanan hanya mengandalkan APBD Bandar Lampung yang nyatanya tak kunjung turun, sehingga molor lah proyek tersebut hingga akhir tahun ini.

Saat dikonfirmasi, BC yang saat ini bertugas di Satpol PP Bandar Lampung, tidak menjawab konfirmasi wartawan. Dihubungi via pesan WhatsApp, meski tanda centang dua tapi tak membalas, dan langsung mematikan ponselnya karena pesan yang dikirim lagi oleh wartawan bertanda centang satu.

Diketahui, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Insan Kharisma Abadi, dengan pagu Rp4 miliar, dan nilai kontrak Rp3.960.000.000.

Proyek lainnya, RKB di SDN 2 Palapa. Berdasarkan sumber media ini, seharusnya di lokasi dibangun Bank Waway milik Pemkot Bandar Lampung. Namun pada realisasinya dibangun Ruang Kelas. Bahkan, Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana meminta untuk berhentikan proyek tersebut tapi tidak diindahkan. Kuat dugaan, rekanan pun telah setor 20 persen kepada oknum Kabid Gedung, inisial D.

Saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, D membalas pesan wartawan, namun beralasan hendak koordinasi dengan atasannya.

“Waalaikumsalam. Mohon maaf saya harus konfirmasi dengan atasan saya dulu,” jawab D.

Diketahui, proyek yang dikerjakan oleh CV Wahyu Pratama ini, memiliki pagu Rp5.250.000.000, dengan nilai kontrak Rp5.176.370. Proyek ini diduga tak berkualitas dengan pengerjaan yang diuber batas waktu. (tk)

Pos terkait