Opini
Iblis Berbisik Kepada Manusia!!
Yang besar itu lahir dari konflik, bukan dari kedamaian dan kenyamanan.
Manusia di alam dunia ini semuanya punya masalah, dan semuanya juga sedang memainkan perannya masing-masing. Jangan hanya pasrah yang dibungkus dengan kata-kata ujian atau takdir untuk menutupi ego atau kelemahan diri, apalagi dengan selalu menyalahkan orang lain terus.
Belajarlah dulu untuk bisa menjalani peran masing-masing dengan penuh makna. Jangan pula hidup ini hanya terikat pada tujuan dan urusan dunia saja, agar hidup bisa lebih bermakna.
Saya bukan orang suci & saya juga tidak bersih-bersih benar. Tapi saya juga tidak mau jadi orang munafik, karena saya sudah diberitahu Tuhan saya, kemana orang-orang munafik itu akan di tempatkan setelah mereka meninggal alam dunia ini.
Allah SWT berfirman;
Sesungguhnya orang-orang munafik itu akan ditempat pada tingkatan yg paling dalam / paling bawah dari neraka. Dan mereka tidak akan mendapatkan seorang penolongpun bagi mereka.(Al-Quran An-Nisa ayat 145).
Dulu saya sering berdoa kepada Tuhan saya, untuk menjaga saya dari musuh-musuh saya & orang yang terlihat manis di depan saya. Dan yang anehnya, apakah mungkin karena doa saya itu, saya malah jadi kehilangan teman?
Jangan terlalu banyak menjelaskan hal-hal yang paling penting dalam hidup ini kepada orang yang terlanjur berpikir buruk tentang kita, karena hal itu hanya sia-sia. Biarkan saja dia bermain dengan pikirannya sendiri.
Iblis berbisik kepadamu, hai keturunan Adam; kamu berhak dengan semua pintamu karena kamu paling benar, paling saleh, & kamu berhak dengan doa kamu, tunggulah Doa kamu pasti terkabulkan Tuhan, bisik Iblis kepada manusia. Karena itulah semakin banyak manusia itu beribadah, maka semakin banyak juga manusia itu yang lupa diri, mereka berjalan semakin banyak yang menaikkan dagu & mensyiarkan Islam dengan kepalan amarah.
Anehnya manusia seperti itu mereka tidak menyadari bahwa dia sudah menjadi laskar iblis, dan mereka juga terus dengan bangganya menuduh orang lain yang berbeda cara ritual ibadahnya, cara sudut pandang dalam memahami agama & berbeda cara memahami tentang Tuhan, dengan mudahnya mereka menuduh orang yang berbeda itu dengan tuduhan sesat & kafir seenak mulutmu saja, padahal mungkin bisa saja yang menuduh itu mereka lebih sesat lagi dari yang dituduh?
Mengapa Allah tidak mengabulkan doa seorang manusia?
Padahal Allah Maha BerKuasa, mengapa Allah tidak kabulkan doa seorang manusia, & padahal Allah juga sudah berjanji ?
Allah SWT berfirman;
Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan. (Al-Quran Al-Ghafir 40 ayat ke 60).
Berdoa itu sebetulnya komunikasi dua arah, bukan satu arah. Manusia harus sadar bahwa dia dalam posisi sedang meminta seperti pengemis jalanan.
Berdoa itu ajang pendidikan akhlak atas dasar keimanan agar kita semakin mengenal diri kita sendiri dan mengenal siapa Tuhan sebenarnya pemilik seluruh isi di alam dunia ini.
Perhatikanlah bila kamu berdoa “minta sesuatu” tapi kamu tidak mendengar Tuhan berkata ” kamu-kan lebih banyak bermimpi, lebih memilih zona nyaman terus daripada kamu melihat realitas.
Kamu meminta, dan bisanya kamu hanya meminta saja terus, Sejak kapan kamu mau perduli sama Makhluk-makhluk-Ku yang lain, dan sejak kapan kamu mau membela orang-orang yang terzalimi (bukan orang yang menzalimi dirinya sendiri) ?
Kamu bilang cinta kepada-Ku, tapi mengapa kamu membenci makhluk ciptaan-Ku; kamu lebih sering menyalahkan orang lain, padahal setiap masalah yang datang kepadamu itu karena kesalahan dirimu sendiri, seharus kamu koreksi dulu dirimu sendiri ? Apakah kamu lebih baik dari orang lain yg sering kamu salahkan itu ?
Allah SWT berfirman;
Keburukan atau masalah apa pun yg datang kepadamu, itu semua karena kesalahan dirimu sendiri.(Al-Quran surat An-Nisa ayat 79).
Kamu bilang hanya Aku Tuhan satu-satunya yang kamu cintai, tapi mengapa kamu lebih mencintai Makhluk-makhluk-Ku yang kamu anggap sebagai tuhan-tuhan selain-Ku, kamu lebih taat & takut merekan daripada kepada-Ku. Padahal mereka juga makhluk yg lemah seperti diriku, & blm tentu ada jaminan dari-Ku?
Kamu selalu bilang sorga itu rahmat-Ku tapi mengapa kamu selalu merasa paling suci, paling mulia, paling bersih & paling berkuasa diatas bumi ini, padahal Aku Maha Melihat & Maha Mengetahui siapa dirimu. Apakah pantas kamu paling selalu merasa berhak untuk bahagia sendiri di alam dunia ini, bahkan setelah mati nanti kamu juga merasa paling berhak untuk masuk ke sorga-Ku?
Yakinlah, disaat manusia seperti itu sedang berdoa, memohon atau meminta kepada Allah, sebenarnya dia tidak mendengar Allah sedang berdialog dengannya, tapi dia tetap menuntut apa yang dia inginkan saja kepada Allah, apalagi ketika masalah datang, maka sebetulnya dia sebenarnya tidak sedang berdoa kepada Allah tetapi kepada Iblis?
Tapi, anehnya masih banyak saja manusia yang tidak menyadari bahwa mereka sudah menjadi laskar iblis, atau mungkinkah Tuhan sudah tidak memperdulikan mereka lagi & dibiarkannya saja untuk tetap menjadi laskar Iblis seperti Fir’aun sampai mereka meninggalkan alam dunia ini?
Di dunia ini sulit sekali mencarinya guru sejati, salah satu tanda guru sejati; dia tidak akan pernah mengajarkan para muridnya atau para pengikutnya untuk menuhankan dirinya.
(Hengki Kafe Eral)







