Bongkar Post
Bandar Lampung, BP
Buntut penangkapan Wawan, Ketua RT Rajabasa Jaya, di Bandar Lampung, sejumlah elemen masyarakat melakukan demontrasi hari ini, Selasa (28/3/2023) menuntut pembebasan Wawan.
Demo yang dikemas dengan judul “Lampung Bergerak” itu, digelar di Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Polda Lampung.
Diketahui, Wawan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polda Lampung karena membubarkan Jemaat Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) yang sedang beribadah.
Koordinator Lapangan “Lampung Bergerak”, Gunawan Parikesit mengatakan, demonstrasi dilakukan karena ia menilai terjadi kesewenang-wenangan dari pejabat hukum Polda Lampung berinisal R, yang telah melaporkan dan disetujui oleh Kapolda.
Menurut Gunawan, Ketua RT Wawan hanya menjalankan tugasnya, menegur sekelompok orang yang tidak tertib hukum yang mengatasnamakan Jemaat GKKD dan melaksanakan ibadah di tempat yang tidak diperbolehkan dengan dibuktikan perjanjian.
“Tuntutan kami jelas, yakni bebaskan atau tangguhkan penahanan, dan tangkap juga orang yang menyabakan kerusuhan tersebut (Jemaat),” tandasnya, Senin (27/3/2023).
Ia mengatakan, sebelumnya sudah ada kuasa hukum Wawan yang membantu mengajukan penangguhan penahanan, tetapi tidak diberikan izin.
“Oleh karena itu kami atas nama Lampung Bergerak, memberikan dukungan kepada para penasehat hukum untuk membela yang benar. Kami melawan,” tegasnya.
Laskar Lampung Aksi Damai
Hal yang sama juga dilakukan ormas Laskar Lampung. Ormas pimpinan Nerozely Koenang, atau yang akrab disapa Panglima ini, juga akan melakukan aksi damai, di dua tempat yang sama, dengan tuntutan yang sama.
Ketua Laskar Lampung Ir. Nerozely Koenang, mengatakan, pihaknya akan mendukung aksi yang dimotori Lampung Bergerak.
Laskar Lampung mengajak ormas kepemudaan, kemasyarakatan, alim ulama untuk bergabung dalam aksi damai tuntutan pembebasan Wawan Kurniawan oleh Polda Lampung. Ketua RT ditahan atas pembubaran kegiatan keagamaan tanpa izin.
“Titik kumpul sekaligus lokasi aksi di depan Kejati Lampung, Selasa (28/3/2023), pukul 10.00 WIB,” kata Panglima Laskar Lampung Nerozeli Agung Putra Koenang lewat video yang dikirimnya, pada Minggu malam (26/3/2023). Setelah itu, kata Nero, aksi akan dilanjutkan ke Polda Lampung. (tk)







