Gratis Terbuka Untuk Umum, Mirza-Jihan Helat Lampung Bersholawat 18 Maret 2025

LAMPUNG BERSHOLAWAT bersama MIRZA-JIHAN – Poster digital taja Lampung Bersholawat, 18 Maret 2025 mendatang. | dok Diskominfotikprov Lampung/Muzzamil

Bongkarpost.co.id

Bacaan Lainnya

Bandar Lampung,

Jika tak ada aral melintang, sesuai rencana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan menghelat kegiatan keagamaan “Lampung Bersholawat” menyemarakkan Ramadan 1446 H, memperingati hari turunnya kita suci umat Muslim: Nuzulul Qur’an 17 Ramadan 1446 H, memperingati HUT ke-61 Provinsi Lampung Tahun 2025, disekaliguskan dengan berbuka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah, pada Selasa 18 Maret 2025 mendatang.

Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal – Jihan Nurlela, tampaknya tak ingin melewatkan momen penuh makna, membersamai umat Muslim provinsi ini di momen suci Ramadan tahun ini yang bertepatan bulan dengan hari lahir provinsi yang kini dipimpinnya.

Seperti diketahui bersama, Provinsi Lampung bakal genap berusia 61 tahun pada 18 Maret mendatang. Provinsi seluas 33.553,55 km² ini resmi dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 14/1964 pada 18 Maret 1964 silam.

Dan, barangkali saja belum banyak yang tahu, serba berkebetulan semata, tanggal tersebut adalah juga sekaligus tanggal hari lahir Mirza, gubernur Lampung ke-11 kelahiran Kotabumi, Lampung Utara, 18 Maret 1980 silam.

Mirza-Jihan, duet pemimpin muda pengampu visi Bersama Mewujudkan Lampung Maju Menuju Indonesia Emas ini, mewartakan kabar membahagiakan tersebut, awal pekan ini.

“Bismillahirrahmanirrahiim. Kunjungi dan ramaikan Lampung Bersholawat, Selasa 18 Maret 2025 mulai pukul 16.00 WIB, di halaman depan Mahan Agung, Jl Dr Susilo Nomor 12 Telukbetung Bandarlampung. Terbuka untuk umum. Jangan lupa membawa perlengkapan salat,” warta keduanya, disitat.

Mahan Agung, sebutan resmi rumah dinas jabatan (runjab) Gubernur Lampung yang meletak di Jl Dr Susilo Nomor 12 Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung.

Terpisah, Pemprov Lampung melalui Pelaksana Harian (Plh) Sekdaprov, M Firsada, undangan resminya tertarikh 11 Maret lalu mengonfirmasi, selain Gubernur Mirza dan Wagub Jihan, bakal hadir pula unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus Lampung, ASN lingkup Pemprov, para guru, pimpinan organisasi keagamaan Islam, pondok pesantren, dan ketua majelis ta’lim, serta masyarakat luas.

Pesertanya, “kurang lebih 10.000 orang,” tulis M Firsada, yang juga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lampung.

Sejatinya, momentum ini terbilang langka. Inisiatif pemimpin daerah dalam turut aktif mendorong pemuliaan bulan suci secara beragregat, secara bersama-sama.

Tercatat, momen serupa ini pernah terjadi, berlangsung sukses, tetapi tidak di Lampung. Dimana? Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Ya, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bekerja sama dengan Kerajaan Arab Saudi menggelar iftar atau buka puasa bersama dengan barisan sepanjang 2,5 kilometer di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, pada 13 Maret 2024 lalu.

Kegiatan diorganisir komunitas setempat, Yayasan I-Salam, sukses pula pecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai buka puasa terpanjang di Indonesia.

Ketuplak –ketua pelaksana, Riswan Ilyas saat itu bilang, iftar alias bukber itu bukti eratnya hubungan persahabatan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara populasi muslim terbesar di dunia, dengan Kerajaan Saudi Arabia sebagai negara Islam terbesar penjaga dua kota suci Mekah dan Madinah.

Kegiatan dilakukan Kerajaan Arab Saudi tiga kali. “Tahun pertama digelar di Masjid Istiqlal Jakarta, tahun kedua di Padang, Sumatera Barat, tahun ini di Makassar,” tuturnya, 13 Maret tahun lalu itu.

Sisi lain, kebijakan berbau terobosan mulia –prorakyat, dirilis Ramadan genap sepekan, Gubernur Mirza “menembus langit”, dengan memutuskan pengalokasian pemberian uang saku khusus untuk calon jemaah haji (CJH) Provinsi Lampung, setidaknya mulai musim haji tahun 2025 ini, sebesar Rp1 juta per CJH.

Pemprov Lampung menyiapkan uang saku untuk CJH yang berangkat tahun 2025 ini, yang kuotanya sama dengan kuota 2024 lalu, setotal 6.980 orang. Mencakup, CJH reguler 6.627 jamaah, CJH lanjut usia 353 jamaah. Total anggaran disiapkan senilai Rp6,98 miliar.

Jika ditambah dengan jumlah petugas haji daerah (PHD) sebanyak 54 orang, dan utusan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) sebanyak 16 orang, total 7.050 orang.

Masih di Ramadan, tepatnya Ramadan hari ke-4 lalu, Gubernur Mirza juga mendapat penghormatan menerima kunjungan resmi dari Imam dan Qari Masjidil Haram, Makkatul Mukarromah, Syeikh Abdurrahman Al’Ausy, di Mahan Agung, Selasa 4 Maret 2025 lalu.

Kunjungan silaturahmi Selasa petang itu dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dan Magrib berjamaah di Mahan Agung, salat Isya dan Tarawih berjamaah bersama Syeikh Abdurrahman Al’Ausy di Masjid Ad-Du’a Wayhalim, Bandarlampung, pada malamnya.

Mirza-Jihan, bukan pemimpin kaleng-kaleng. Mereka sadar, bahwa 95,48 persen dari 9,45 juta jiwa rakyat Lampung, notabene Muslim. (Muzzamil)

Pos terkait