Empat Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih Meninggal Saat Jalani Latsarmil

Empat Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih Meninggal Saat Jalani Latsarmil

 

Bacaan Lainnya

Bongkar Post | Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mengonfirmasi meninggalnya empat peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) selama pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Kematian berlangsung dalam rentang dua pekan terakhir di berbagai lokasi pelatihan TNI.

Menurut keterangan resmi Karo Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, keempat peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti program dan dinyatakan memenuhi syarat. Meski demikian, mereka mengalami gangguan kesehatan selama pelatihan dan mendapat penanganan medis maksimal, termasuk rujukan ke rumah sakit, namun nyawa tidak tertolong.

Berikut identitas dan kronologi singkat berdasarkan data Kemhan:

– Anisa Muyassaroh: Meninggal pada 18 Juni 2026 di Satdik Didikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Penyebab: heat stroke disertai henti jantung.

– Yonanda Muhammad Taufiq: Meninggal pada 17 Juni 2026 di Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja, Sumatera Selatan. Penyebab: henti jantung (cardiac arrest).

– Novia Rahmadhani Sihotang (25 tahun, asal Padangsidimpuan, Sumatera Utara): Meninggal pada 23 Juni 2026 di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta. Memiliki riwayat tuberkulosis (TBC) dan mengalami gangguan kesehatan yang memburuk.

– *Muhammad Rifki Renaldi Gunawan*: Meninggal pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB di Satdik Yon Parako 465. Mengalami sesak napas sejak 25 Juni, sempat membaik lalu memburuk, dirawat di ICU RSAU dr Esnawan Antariksa.

Latsarmil merupakan bagian dari program pembekalan calon manajer koperasi desa dan nelayan Merah Putih yang dirancang pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Pelatihan ini berlangsung selama 45 hari hingga akhir Juli 2026 di berbagai satuan pendidikan TNI. Program melibatkan puluhan ribu peserta terpilih melalui seleksi nasional.

Kemhan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Pihaknya menegaskan bahwa program akan terus dievaluasi, termasuk aspek kesehatan dan keselamatan peserta. Pemerintah, melalui Istana dan kementerian terkait, menyatakan program SPPI tetap berlanjut dengan langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa.

Peristiwa ini memicu sorotan publik dan permintaan evaluasi dari anggota DPR serta pakar. Beberapa pihak mempertanyakan kesesuaian materi latihan militer untuk warga sipil yang bukan prajurit, meski tujuannya membangun disiplin dan kompetensi kepemimpinan. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai temuan pelanggaran prosedur, tetapi transparansi dan audit independen terhadap pelaksanaan Latsarmil menjadi sorotan.

Kementerian Koperasi dan UKM serta pihak terkait lainnya turut memantau perkembangan. Keluarga korban telah menerima jenazah dan proses pemakaman dilakukan di daerah asal masing-masing.

Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya keseimbangan antara tujuan pembangunan sumber daya manusia dan prioritas keselamatan peserta dalam program pemerintah berskala besar. Kemhan dan panselnas program menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan standar kesehatan dan pengawasan selama pelatihan.

 

Sumber Referensi:  

– Keterangan resmi Kementerian Pertahanan RI (melalui Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait).

– Laporan Kompas.com, IDN Times, Tempo.co, dan media nasional lainnya (per 26 Juni 2026).

 

Artikel ini disusun berdasarkan fakta yang diverifikasi dari sumber resmi dan berita kredibel. Sesuai Kode Etik Jurnalistik, pihak berwenang diharapkan memberikan informasi lengkap dan transparan kepada publik, termasuk hasil evaluasi menyeluruh.

(Redaksi)

Pos terkait