Dua Sisi Lampung: Kemewahan Munas HIPMI XVIII Terganjal Aksi Jahit Mulut Mahasiswa di Tugu Adipura
Bongkar Post | BANDAR LAMPUNG – Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Kota Bandar Lampung pada Rabu (10/6/2026) memperlihatkan kontras yang tajam. Di satu sisi, Presiden menghadiri kemewahan perhelatan elite pengusaha muda, namun di sudut lain kota, jeritan kelompok marginal disimbolkan secara ekstrem lewat aksi nekat menjahit bagian mulut di fasilitas publik.
Kontras di Balik Sterilisasi VVIP
Presiden Prabowo Subianto tiba di Hotel Novotel, Bandar Lampung, sekitar pukul 14.06 WIB untuk membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Forum tertinggi pengusaha yang dihadiri lebih dari 2.000 peserta dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih ini mengusung tema besar kemakmuran ekonomi.
Namun, kenyataan berbeda terjadi di Tugu Adipura, jantung Kota Bandar Lampung. Titik yang berjarak hanya beberapa kilometer dari lokasi Munas tersebut dipenuhi oleh puluhan mahasiswa dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung. Tiga aktivis pemuda melakukan aksi ekstrem dengan menjahit mulut menggunakan jarum dan benang sebagai bentuk protes langsung terhadap kebijakan ekonomi nasional.
Tuntutan: Nilai Tukar Rupiah dan Demokrasi
Aksi teatrikal jahit mulut ini bukan sekadar sensasi visual, melainkan sebuah resistensi terhadap penyempitan ruang demokrasi. Koordinator Aksi LMND Lampung, Josua Sitorus, menegaskan esensi dari aksi bungkam paksa tersebut kepada jurnalis lapangan.
“Kritik-kritik kita, semuanya tidak ada yang benar-benar ditanggapi atau didengarkan. Yang ada hanya pembungkaman, tekanan, bahkan penindasan. Maka kami melakukan aksi jahit mulut hari ini, diam melihat sistem berjalan karena kami sudah sesak dengan yang katanya demokrasi,” ujar Josua Sitorus di lokasi aksi Tugu Adipura, Rabu (10/6/2026).
Dalam lembar pernyataan sikapnya, massa aksi membawa lima tuntutan krusial. Mereka menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, melonjaknya harga kebutuhan pokok, mahalnya biaya pendidikan, hingga sulitnya ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat kelas bawah.
Pengamanan Ketat Berlapis
Ketegangan di lapangan direspons dengan barikade ketat dari aparat keamanan. Polda Lampung mengonfirmasi pengerahan kekuatan penuh guna memisahkan area steril kunjungan kenegaraan dengan titik pergolakan massa.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun, mengonfirmasi data resmi terkait penyiapan pola pengamanan terpadu tersebut.
“Polda Lampung bersama seluruh jajaran telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung kelancaran kunjungan kerja Presiden RI. Untuk mendukung pengamanan, sebanyak 686 personel diterjunkan dari unsur Polda dan jajaran kewilayahan VVIP,” jelas Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun dalam keterangan resminya.
Kehadiran Presiden di Novotel Lampung guna mendorong “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional” terjebak dalam ironi. Di saat ruang-ruang hotel berbintang membahas angka pertumbuhan ekonomi, realitas di aspal Tugu Adipura menunjukkan sinyal darurat berupa keterpurukan daya beli masyarakat yang gagal diredam oleh kebijakan makro pemerintah.
Aksi jahit mulut di Lampung hari ini merupakan indikator bahwa pertumbuhan ekonomi yang diagungkan dalam forum-forum korporasi belum terdistribusi secara inklusif hingga ke tingkat akar rumput.
(Redaksi)







