Foto. Istimewa
Bongkar Post, Bandar Lampung
Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandar Lampung, kembali berduka. Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Pagar Alam (Gang PU), Kelurahan Gunungagung, Kecamatan Langkapura, kembali bertambah.
Bripda Wayan Dewa Pramuda, personel Satuan Samapta Polresta Bandar Lampung yang sebelumnya kritis, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek, pada Jumat (9/1/2026), pukul 05.30 WIB.
Meninggalnya Bripda Wayan menambah daftar panjang korban tewas dalam insiden maut, menjadi tiga orang.
Jenazah Bripda Wayan telah dilepas secara resmi oleh Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, untuk kemudian diberangkatkan ke rumah duka di Kabupaten Tulangbawang.
“Kami segenap keluarga besar Polresta Bandar Lampung turut berduka cita yang mendalam,” ujar Kombes Alfret saat melepas jenazah.
Kronologi
Kecelakaan nahas yang melibatkan satu unit Toyota Innova bernopol BE 1281 T tersebut terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026 subuh, sekitar pukul 04.00 WIB.
Korban pertama, Bripda Helmi Apriansyah (rekan satu satuan Bripda Wayan), tewas di tempat kejadian perkara (TKP).
Jenazahnya telah dimakamkan secara kedinasan di TPU Alamulhuda, Jalan Soekardi Hamdani, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Kedaton, pada hari kejadian.
Menyusul Bripda Helmi, korban kedua bernama Lia Febriyanti, seorang Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Malahayati, meninggal dunia saat dalam perawatan di RSUD Abdul Moeloek pada Selasa, 6 Januari 2026.
Kini, Bripda Wayan Dewa menjadi korban ketiga yang meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya.
Sementara itu, satu korban lainnya, seorang wanita bernama Putri, dilaporkan masih dalam kondisi kritis dan terus menjalani perawatan intensif tim medis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan tunggal tersebut terjadi saat mobil yang ditumpangi keempat korban melaju di Jalan Pagar Alam pada Minggu dini hari.
Mobil Toyota Innova tersebut kehilangan kendali, menabrak tiang listrik, hingga akhirnya “nyungsep” dan menghantam bangunan Gaharu Car Wash.
Keempat korban diketahui baru saja pulang menikmati hiburan malam (dugem) dan diduga kuat dalam kondisi dibawah pengaruh alkohol (mabuk) saat berkendara, sehingga memicu terjadinya kecelakaan fatal tersebut.
Lia mengendarai mobil dan Helmi duduk di depan samping Helmi. Sementara Wayan berada di kursi dua, tepat dibelakang Helmi, dan putri dibelakang sopir. (tk/*)







