Bandar Lampung, BP
Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, didampingi Danlanal Lampung Kolonel Laut (P) Dwi Atmojo, dan Drs. Siswanto mewakili Dirjen Kemendikbudristek RI, serta sejumlah pejabat Kota Bandar Lampung, bersama – sama melepas KRI Dewaruci yang membawa Laskar Rempah selama 40 hari perjalanan, hingga berakhir di Provinsi Lampung, pada Minggu (14/7/2024), di Dermaga C, Pelabuhan Panjang.
Eva Dwiana mengatakan, dirinya berharap rempah yang merupakan warisan budaya nenek moyang dapat mengangkat nama Indonesia, terutama Provinsi Lampung
“Harapan kita, rempah yang merupakan warisan nenek moyang dapat kita jaga dan dapat mengangkat wisata Privinsi Lampung, wabil khusus Kota Bandar Lampung,” ujar orang nomor satu di Pemerintahan Kota Bandar Lampung, saat diwawancara usai melakukan pelepasan KRI Dewaruci.
Eva mengaku bahwa Kota Bandar Lampung untuk pertanian cukup sedikit, namun ada lahan di wilayah Kemiling yang bisa dijadikan untuk penanaman rempah.
“Kita bersama warga Bandar Lampung nantinya akan memanfaatkan lahan di wilayah Kemiling untuk penanaman rempah,” ujar Eva.
“Harapannya wisata rempah akan bisa terkenal hingga ke mancanegara,” pungkasnya.

“Titik singgah di Lampung, di Bandar Lampung kita mendapat untung banyak, mendapat informasi, pengalaman dan data yang baru. Dan komunikasi dengan OPD, akademisi, seniman dan budayawan merupakan modal dasar bagi kami untuk merajut jalur rempah ini untuk diajukan menjadi warisan dunia,” ujarnya.
Dia berharap, jalur rempah ini dapat ditindaklanjuti yakni terbangunnya seluruh ekosistem yang terlibat dalam jalur rempah untuk Nusantara dan dunia,” kata dia.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Lampung, Pemkot Bandar Lampung, akademisi, seniman, budayawan, Danlanal Lampung, dan Pelindo, yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini.
“Semoga kerjasama dapat berlanjut, karena masih banyak tantangan untuk bagaimana membangun ekosistem rempah ke depan,” pungkasnya.
Acara pelepasan kepulangan KRI Dewaruci dan Laskar Rempah ke Jakarta, menampilkan Tarian Melinting dan kesenian budaya Lampung lainnya, serta pemberian cinderamata. (tk)







