Bongkar Post – APH Segera Periksa, UIN RIL Diduga Sarang Korupsi !

Foto. Istimewa 

 

Bacaan Lainnya

Bongkarpost.co.id, Bandar Lampung

Polemik proyek gapura Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) yang mangkrak setelah menelan anggaran Rp3,7 miliar, kini melebar ke dugaan praktik korupsi lainnya di lingkungan kampus.

Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung turun tangan menguak indikasi penyimpangan anggaran di UIN RIL kian menguat di media sosial.

Viralnya video dari akun TikTok @galerrooter, Jumat (2/5/2025), menjadi pemicu ledakan kekecewaan publik.

Dalam video berdurasi 1 menit dengan caption, “Mapasss… Habiskan Dana Rp3,7 Miliar Gapura UIN RIL Mangkrak Mau Ditambah Rp7 Miliar,” publik mengecam keras proyek yang dinilai sebagai bentuk nyata pemborosan anggaran.

Video tersebut telah ditonton lebih dari 50 ribu kali, dibagikan ulang oleh lebih dari 3.000 akun, dan dibanjiri ratusan komentar warganet yang mengungkapkan praktik dugaan pungli, mark-up proyek, dan pengelolaan anggaran yang tak transparan di kampus tersebut.

Salah satu komentar paling disorot datang dari akun @Gustavo Purba yang menyebut Pascasarjana UIN RIL sebagai “sarang pungli”.

“AMPLOP UJIAN gede-gedean. Nyekik mahasiswa. Padahal ada surat edaran bebas pungli. Eh, ternyata malah bebas banget punglinya. Mahasiswa mau lapor takut bermasalah sama studinya,” tulisnya.

Ia pun secara langsung meminta pemerintah turun tangan.

“Tolong dong Pak Menteri, Pak Presiden, Pak Kajati. Bantu selesaikan pungli ujian di Pascasarjana UIN RIL. Kasihan mahasiswanya.” sambungnya sambil menandai akun resmi instansi dan partai politik.

Komentar lainnya turut membongkar indikasi korupsi dalam proyek pembangunan gedung kuliah, rumah sakit, hingga pengelolaan parkir kampus yang dinilai janggal.

Akun @Ahmad Saputra menulis: “Seharusnya tempat pendidikan menciptakan orang-orang hebat, bukan malah jadi tempat korupsi.”

Sebelumnya, Ketua Umum Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI), Ichwan, telah menyuarakan dugaan penyimpangan proyek gapura tersebut dalam sebuah pernyataan resmi.

Ia menuding proyek bernilai miliaran itu tidak memiliki urgensi, namun dilanjutkan dengan rencana anggaran tambahan Rp7 miliar, padahal bangunan belum selesai dan sudah mangkrak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rektorat UIN RIL belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi kepada humas kampus pun belum membuahkan hasil.

Desakan agar lembaga penegak hukum mengusut tuntas dugaan korupsi dan pungli di tubuh UIN RIL terus bergema, baik dari publik, alumni, maupun mahasiswa yang berharap kampus kembali pada fungsi utamanya: mencetak insan berintegritas, bukan memperkaya oknum. (Red)

Pos terkait