Suasana pembelajaran saat teman tuli jadi fasilitator pelatihan bahasa isyarat pada “Pelatihan Sensitivitas Disabilitas” taja bareng Yayasan Langit Sapta dan Kantor Pertanahan Kota Bandarlampung, di Ruang Rapat Kantor Pertanahan setempat, Rabu-Kamis, 11-12 September 2024. | dok. YLS/Muzzamil
Bongkar Post
BANDARLAMPUNG – Ravia dan Sani, dua teman tuli –sebutan penyandang disabilitas rungu, binaan Yayasan Langit Sapta (YLS), paripurna tugas jadi naradamping fasilitator “Pelatihan Sensitivitas Disabilitas” taja YLS dan Kantor Pertanahan Kota Bandarlampung Kanwil ATR/BPN Lampung, di Ruang Rapat Kantor Pertanahan setempat, jam kerja 2 hari gelaran Rabu-Kamis, 11-12 September 2024.
Setotal 60 petugas pelayanan peserta, dan istimewanya berasal dari aparatur semua unit kerja mulai level pimpinan hingga pelaksana Kantor Pertanahan setempat, menunjukkan animo besar sepanjang mengikuti pelatihan.
Antusiasme antara lain ditunjukkan, peserta “melalap” satu demi satu informasi dari tiap sesi pembelajaran materi yang usai serius dicermati lalu dipraktikkan langsung.
“Keaktifan dan ketertarikan sebagian besar peserta, jadikan suasana makin hidup, larut dalam antusiasme. Kami berharap pelatihan ini jadi salah satu cara bagi insan aparatur Kantor Pertanahan Bandarlampung untuk mempelajari dan memahami bahasa isyarat hingga nantinya bisa berinteraksi dengan baik pada disabilitas khususnya teman tuli,” ujar Ketua Yayasan Langit Sapta, Rafli Pramudya.
“Sehingga dengan demikian, bisa mendukung terwujudnya layanan inklusif pada Kantor Pertanahan Kota Bandarlampung,” ujar Rafli Pramudya melalui keterangan tertulisnya yang di Bandarlampung, Senin (16/9/2024) malam.
Bersemangat terus menghadirkan atmosfir lingkungan pekerjaan ramah disabilitas dan tetap aktif dalam tajuk sosial kemasyarakatan, Rafli Pramudya bilang, keterlibatan pihaknya pada pelatihan itu, bentuk keseriusan.
“Dan dukungan tulus kami atas komitmen besar Kantor Pertanahan Bandarlampung hadirkan layanan inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas di Kota Tapis Berseri,” imbuh Magister Hukum Unila, gabung sejak Januari 2014 di yayasan sosial kemanusiaan berbasis di Lampung dirian sosiopreneur cum pakar tanggung jawab sosial dan lingkungan korporat, Dr Veronica Saptarini, salah satunya aktif dalam pemberdayaan dan pemuliaan komunitas penyandang disabilitas terutama ‘teman tuli’, sebutan karib disabilitas rungu.
Selaku fasilitator pelatihan, YLS dan teman tuli beri pengetahuan sekaligus praktik bahasa isyarat elementer bagi peserta.
“Kami tentu akan mendukung hal-hal positif demikian, apalagi berkaitan dengan upaya menciptakan inklusivitas, seperti yang jadi komitmen Kantor Pertanahan Bandarlampung dalam pelayanan di masa mendatang yang akan segera diwujudkan. Kami berharap mudah-mudahan hal yang sama juga bisa hadir, layanan inklusif ini di seluruh kantor pelayanan publik lainnya,” tandas Rafli.
Pengingat, sebelumnya Kantor Pertanahan Bandarlampung dan Yayasan Langit Sapta, bersepaham untuk secara bersama gembira, menggelorakan pembumian pelayanan publik inklusif di lingkup Kantor Pertanahan Kota.
Kepala Kantor Pertanahan Bandarlampung saat itu Djudjuk Tri Handayani, dan Ketua YLS Rafli Pramudya menasbihkan kesepahaman tertuang, meneken nota kesepahaman (MoU) pelayanan inklusif lingkup Kantor Pertanahan setempat, pada 31 Juli 2024 lalu.
Djudjuk saat itu menyebut maksud kerja sama itu guna dukung penyelenggaraan pelayanan publik inklusif di kantornya itu, sebagaimana Pasal 29 ayat 1 Bagian Kelima Pelayanan Khusus UU 25/2009 tentang Pelayanan Publik, “Penyelenggara berkewajiban memberikan pelayanan dengan perlakuan khusus kepada anggota masyarakat tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan”.
Dijelaskan, “masyarakat tertentu” dimaksud merupakan kelompok rentan, antara lain penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), ibu hamil (bumil), anak-anak, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.
“Salah satu bentuk layanan dengan perlakuan khusus yaitu penyediaan sarana prasarana ramah kelompok rentan yang diselenggarakan unit penyelenggara pelayanan publik, hal ini Kantor Pertanahan Kota Bandarlampung ini,” terang Djudjuk, eks Kabid Penyelenggaraan Pusdiklat Kementerian ATR/BPN RI tersebut.
Kerja sama itu ditujukan bagi terlaksananya penyelenggaraan pelayanan publik inklusif yang mudah, aman, nyaman, mandiri, melalui penyediaan sarana prasarana dan sosialisasi layanan pertanahan bagi warga masyarakat kelompok rentan serta pelatihan petugas pelayanan.
Rafli mewakili founder YLS, Dr Veronica Saptarini, secara khusus menyampaikan kehadiran tiga orang perwakilan “teman tuli” pada momen penandatanganan MoU itu juga sebagai dukungan terlaksananya pelayanan publik inklusif bagi penyandang disabilitas di Kantor Pertanahan Kota Bandarlampung.
“Adanya kerja sama ini, kita semua berharap tujuan pelayanan publik bagi seluruh lapisan masyarakat bisa terus terwujud khususnya pelayanan terhadap penyandang disabilitas serta lansia,” impresi Rafli, dengan dukungan bersama, diharapkan kedepannya pelayanan publik inklusif yang mudah, aman, nyaman, mandiri, optimistis terwujud dan terus hadir.
Rafli mengafirmasi, kedepannya “teman tuli” binaan YLS akan jadi penyebar informasi di kalangan sejawat tuli dan teman disabilitas lainnya. “Salam I.L.U. (I Love You, red),” pesan singkat Rafli menunjukkan emoticon salam tiga jari (jari jempol, jari telunjuk, jari manis) yang dalam bahasa isyarat kaum disabilitas berarti saya sayang anda.
Cukup bermodal kemauan, semangat kerja keras, ‘teman umum’ (non disabilitas) sesiapa pun bisa gabung membersamai ‘teman tuli’ untuk berbagi dan peduli bersama Yayasan Langit Sapta, tak dipungut biaya.
Bermitra dengan banyak pihak perseorangan dan korporat peduli disabilitas, yayasan ini antara lain pernah dua tahun berdayakan ‘teman tuli’ belajar dan berkeringat bersama, dibantu PLN dan sejumlah korporat, buka Dif_Able Cafe bilangan kompleks kantor PLN Tanjungkarang Bandarlampung, 2021-2023.
Kafe tutup sesuai kontrak, saat berjalannya, mulai dari arsip dapur hingga tata kelola, sepenuhnya dua: ‘dari, oleh, dan untuk’, serta ‘untuk, untuk, dan untuk’ para difabel (different but able) warga komunitasnya.
Yayasan, berbasis di Jl P Tirtayasa Nomor 200 Sukabumi Indah, Kecamatan Sukabumi, Bandarlampung, disekaliguskan sebagai pusat aktivitas: sentra informasi, sentra produksi household recycle, sentra inovasi dan internship, santiaji softskill upgrading, sentra magang, sentra redistribusi donasi, sentra edukasi inklusi dan humanitarianisme, serta sentra inspirasi: beruntungnya para hamba Allah, para hamba Tuhan, yang setia peduli dan terus dan terus berbagi. Sesama.
Terus bergelimang ide kreatif laiknya kekuatan penggerak pemberdaya (driving force), yayasan, antara lain mengampu Lubi.co namanya, akronim dari Luar Biasa Community, komunitas inklusi ‘teman umum’ dan teman disabilitas untuk dapat saling berkolaborasi dan berharmoni dalam upaya peningkatan kemampuan dan lapangan kerja.
Lubi.co kini menghidupi dan menghidupkan, Lubi.co Cafe & Co-working Space, Bengkel Kreasi (BEKAL) Lubi.co, teranyar hadir pula Homestay Nuwo Lubi.co, pembukti kekeuh aliran deras peluh eksekusi baja menyala strategi pemuliaan. Yayasan. Ini. (Muzzamil)







