Sambut Pilkada Serentak, Disdukcapil Lampung Jemput Bola Lakukan Perekaman KTP
Bandar Lampung, BP
Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Lampung akan jemput bola dalam rangka menyukseskan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2024 pada 27 November mendatang.
Jemput bola merupakan istilah untuk mendatangi suatu tempat/institusi agar segera langsung melakukan perekaman kartu tanda penduduk (KTP).
“Disdukcapil seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung kita himbau untuk segera melakukan jemput bola melakukan perekaman kepada masyarakat dan di lembaga pendidikan menyabut Pilkada serentak 2024,” ujar kepala Disdukcapil provinsi Lampung Drs. Lukman, MM, saat di mintai keterangan di kantor dinas setempat 6/5/2024.
Dia mengatakan bahwa disdukcapil melakukan jemput bola karena sudah memegang data jumlah siswa-siswi yang sudah memasuki 17 tahun dan sudah saatnya melakukan perekaman.
Namun jika siswa-siswinya berusia 16 tahun jalan 17 tahun sebelum tanggal 27 November saat pilkada sudah bisa melakukan perekaman.
“Harus pula di dorong oleh pihak sekolah untuk segera membuat perekaman, Perekaman ini bisa dia datang langsung ke disdukcapil kabupaten/kota setempat, bisa juga disdukcapilnya datang ke sekolahnya” kata dia.
Sekarang disdukcapil di kabupaten/kota sudah membuatkan agenda di tiap sekolah yang akan di datangi.
“Kami sudah melakukan kontak ke sekolah-sekolah kapan rombongan disdukcapil bisa datang ke sekolah itu, dan pihak sekolah kita minta dapat menyiapkan siswanya untuk di lakukan perekaman,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Lukman juga menghimbau kepada pihak sekolah, jika sudah ada pemberitahuan dari dukcapil untuk datang, supaya di himbau kepada siswa-siswi untuk mempersiapkan diri.
“Namun, Jika sudah datang kesekolah tapi masih ada yang belum melakukan perekaman bisa langsung datang saja ke disdukcapil setempat,” ucapnya.
Sementara, untuk perekaman masyarakat, bisa di acara-acara/kegiatan kerumunan masyarakat, sosialisasi supaya masyarakat yang belum mempunyai kartu tanda penduduk (KTP) segera melakukan perekaman. Dan untuk masyarakat seperti pensiun TNI/polri yang tadinya tidak mempunyai hak pilih bisa mempunyai hak pilih, sehingga perlu perubahan KTP nya.
“Ini yang kita lakukan untuk mendorong disdukcapil kabupaten/kota agar mereka melakukan jemput bola ke masyarakat dan ke lembaga pendidikan,” jelasnya
“Dengan harapan target kita untuk memasuki pilkada ini presentasenya akan lebih tinggi masyarakat yang bisa menentukan hak pilihnya,” tutupnya.**







